Sampang (beritajatim.com) – Lonjakan kasus campak di Kabupaten Sampang menjadi perhatian pemerintah daerah saat ini. Kenapa tidak, tercatat mulai dari Januari hingga Agustus 2025, 413 kasus sudah menyerang warga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes KB Sampang, Samsul Hidayat mengatakan, bahwa vaksin MR merupakan cara paling efektif untuk menekan penyebaran campak.
“Kesadaran masyarakat mulai tumbuh setelah kasus campak meningkat, bahkan di beberapa daerah lain sudah ada laporan kematian,” terangnya, Minggu (31/8/2025).
Samsul mengakui, masih banyak warga yang menolak vaksin MR. Penolakan ini membuat cakupan imunisasi rendah, sehingga penyakit mudah menyebar.
“Saat tim turun ke lapangan untuk melakukan imunisasi, masih sering ditolak,” imbuhnya.
Namun, pola penolakan itu mulai bergeser. Pasca jumlah penderita terus bertambah dan adanya kabar korban meninggal akibat campak di daerah lain, sebagian warga akhirnya bersedia divaksin.
“Kami berharap kesadaran ini semakin meningkat, karena imunisasi bukan hanya melindungi anak-anak, tapi juga mencegah penularan,” tandasnya. [sar/aje]






