Ponorogo (beritajatim.com) – Gelaran konser Kidung Aruna Kinanti yang menjadi penutup perayaan Hari Jadi ke-529 Ponorogo akan semakin meriah dengan kehadiran Dewa 19 featuring Virzha sebagai bintang utama.
Namun sebelum Ahmad Dhani dan kawan-kawan naik panggung, semua mata akan lebih dulu tertuju pada band-band lokal Ponorogo yang dipercaya menjadi pembuka konser, Sabtu malam (30/8/2025) di Alun-Alun Ponorogo.
Sejak pukul 15.40 WIB, panggung utama akan dihidupkan oleh performa The Jadoel, Romantic, Nareswara, Titik Balik, hingga Hompimpah. Band-band asli Bumi Reog itu tampil bergantian untuk menghibur penonton sebelum Dewa 19 mendendangkan lagu-lagu andalannya bersama Virzha.
“Sebelum Dewa 19 tampil, nanti band pembuka diisi oleh band-band asal Ponorogo,” u
kata Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Kang Giri, sapaan akrab Bupati Sugiri, hampir semua band lokal yang tampil memiliki karya, album, dan lagu ciptaan sendiri. Hanya saja, selama beberapa tahun terakhir mereka jarang mendapatkan ruang untuk menampilkan kreativitasnya. Karena itu, konser Kidung Aruna Kinanti digelar sekaligus sebagai panggung ekspresi bagi musisi lokal Ponorogo.
“Mereka punya album, punya lagu dan karya. Hampir-hampir beberapa tahun tidak mendapat ruang untuk berpamer. Maka dengan cara ini, teman-teman semakin mengulik kreativitasnya, tumbuh dengan bagus, kita support,” tegasnya.
Kehadiran band-band lokal sebagai pembuka bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata bahwa pemerintah daerah ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi potensi musik anak muda Ponorogo.
Tema Kidung Aruna Kinanti yang diusung pada perayaan Hari Jadi Ponorogo tahun ini juga sarat makna. Kang Giri menjelaskan, “kidung” berarti nyanyian yang lahir dari hati rakyat. “Aruna” dimaknai sebagai fajar baru, sementara “kinanti” berarti bergandengan dan berjalan bersama menuju masa depan.
“Ini bukan tokoh utama, tapi selayaknya kusir yang mengantar matahari, Aruna ini membawa cerah setelah gelap,” terang Kang Giri.
Tema tersebut menjadi kelanjutan dari tahun lalu yang mengangkat Serenade Langit Tembaga. Jika serenade menggambarkan senja yang menutup perjalanan, maka kidung tahun ini adalah nyanyian pagi yang menyambut harapan baru.
Dengan melibatkan musisi lokal sebagai pembuka, konser Dewa 19 feat Virzha di Ponorogo bukan hanya pesta musik semata, tetapi juga panggung kebangkitan kreativitas anak muda daerah. Malam perayaan Hari Jadi ke-529 Ponorogo pun dipastikan tak hanya meriah, tetapi juga penuh makna. (end/ted)






