Surabaya (beritajatim.com) – Sistem keamanan jaringan buatan anak bangsa, Mata Elang Network-based Intrusion Detection System (NIDS) dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), segera melangkah ke level dunia. Produk ini tengah dipersiapkan meraih sertifikasi internasional Common Criteria (CC) EAL3 dengan dukungan penuh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Mata Elang NIDS dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan pada jaringan komputer secara cepat dan akurat. Sistem ini memantau lalu lintas server, menganalisis pola, dan memberi peringatan bila ada indikasi serangan.
“NIDS diletakkan di titik strategis yang bisa menjangkau semua aktivitas jaringan. Kami berusaha mengoptimalkan kinerjanya agar pertahanan perangkat lebih maksimal,” ujar Ketua Tim Pengembang Mata Elang NIDS, Dr. Ferry Astika S, Kamis (28/8/2025).
Menurut Ferry, sistem ini bekerja real-time sehingga masalah sekecil apa pun bisa segera diatasi. Selain itu, efisiensi administrasi jaringan juga tercapai karena sistem berjalan otomatis.
Mata Elang NIDS lahir dari kolaborasi riset PENS dengan BSSN. Proses pendampingan sertifikasi dimulai sejak Februari 2025 dan berlanjut hingga kini.
“Alhamdulillah, pada 20 Agustus lalu kami sudah memulai penyusunan dokumen sertifikasi EAL3 bersama tim BSSN. Ini bukan sekadar syarat sertifikasi, tapi juga proses pembelajaran agar produk kampus siap bersaing global,” jelas Ferry.
Dari enam dokumen yang harus disiapkan, satu sudah rampung. Targetnya, seluruh dokumen selesai akhir 2025 agar proses uji sertifikasi segera tuntas.
Koordinator tim sertifikasi BSSN, Sutoro, S.S.T.TP., MT., menegaskan pentingnya kemandirian produk keamanan siber. “Kalau kita ingin infrastruktur vital dilindungi produk dalam negeri, maka harus ada evaluasi yang objektif dan transparan. Sertifikasi ini bentuk komitmen menuju kemandirian siber Indonesia,” ujarnya.
Jika lolos, Mata Elang NIDS bisa digunakan di Infrastruktur Informasi Vital (IIV) Indonesia, seperti sektor energi, transportasi, telekomunikasi, perbankan, kesehatan, hingga pemerintahan.
Sebagai informasi, Common Criteria (CC) adalah standar internasional ISO/IEC 15408 yang dipakai di lebih dari 30 negara untuk menilai keamanan produk teknologi informasi.
Mata Elang NIDS kini menargetkan level EAL3, yang mencakup evaluasi dokumentasi, tata kelola pengembangan, hingga uji ketahanan terhadap ancaman nyata. [ipl/but]






