Lumajang (beritajatim.com) – Sudah sejak lama stasiun kereta api (KA) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dikenal dan disebut masyarakat dengan nama stasiun Klakah, karena terletak di Desa Mlawang, Kecamatan Klakah.
Kini, satu-satunya stasiun pemberhentian kereta api yang beroperasi di Kota Pisang ini resmi berganti nama menjadi stasiun Lumajang.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menyampaikan, persetujuan pergantian nama stasiun Klakah menjadi stasiun Lumajang sudah diberikan.
Menurutnya, proses finalisasi pergantian nama sedang berjalan di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
“Usulan mendapat respons yang sangat mendukung. Kami melihat ini sebagai penyesuaian identitas wilayah. Nama stasiun adalah simbol kedaerahan, dan Lumajang pantas untuk itu,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (11/8/2025).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang sudah sejak lama mengusulkan untuk pergantian nama stasiun Klakah menjadi Lumajang.
Upaya untuk pergantian nama ini telah diusahakan Pemkab Lumajang sejak beberapa tahun terakhir dengan mengirim surat resmi, melakukan kajian, berkonsultasi lintas kementerian, hingga audiensi langsung ke BTP dan Ditjen Perkeretaapian.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Rasmin mengatakan, penyesuaian teknis yang dibutuhkan pasca-pergantian nama akan disiapkan, termasuk penataan ulang kawasan sekitar stasiun agar lebih representatif dan sesuai dengan identitas kota.
“Jadi, ini bukan sekadar ganti papan nama, kita ingin membangun ulang wajah Lumajang dari pintu gerbang transportasinya,” ucapnya.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pergantian nama stasiun menjadi bagian penting untuk mengenalkan nama Lumajang.
“Ini bukan sekadar pergantian nama stasiun. Ini adalah kemenangan batin bagi warga Lumajang. Akhirnya, nama daerah kita diakui dalam jaringan perkeretaapian nasional,” ungkapnya. (has/ted)






