Munchen (beritajatim.com) – Ketika Harry Kane pergi dua musim lalu, Tottenham Hotspur masih bisa santai karena ada Son Heung-min. Tetapi, apa jadinya mereka tanpa kapten Korea Selatan itu? Bukti awalnya baru saja tersaji ketika mereka dibantai Bayern Munchen 0-4.
Memang, laga yang dimainkan di Allianz Arena, Munchen, itu hanya bersifat pramusim. Tetapi, di lima laga pramusim sebelumnya ketika masih diperkuat Son, Spurs tak terkalahkan. 2 menang dan 3 seri.
Semakin menyakitkan bagi Spurs lantaran satu dari empat gol Bayern dicetak oleh Kane (12′). HurriKane–julukan Kane–bahkan tidak berselebrasi untuk menghormati Spurs. Tiga gol Bayern lainnya dicetak oleh Kingsley Coman (61′), Lennart Karl (74′), dan Jonah Kusi-Asare (80′).
Laga kontra Bayern juga jadi debut Joao Palhinha bersama Spurs. Uniknya, dia didatangkan dengan skema pinjaman dari Bayern.
Kepergian Son memperburuk situasi Spurs yang harus ditinggal James Maddison hingga tahun baru. Gelandang asal Inggris itu harus menjalani pemulihan cedera ACL yang didapatnya ketika menghadapi Newcastle United (3/8).
“Itu (cedera Maddison, Red) brutal. Semua yang ada di Spurs mendoakannya agar segera pulih,” ujar tactician Spurs Thomas Frank dilansir ESPN.
Kekalahan dari Bayern bukan hal positif bagi Spurs jelang Piala Super Eropa kontra Paris Saint-Germain (14/8). Dua hari berselang, mereka menjalani matchweek pembuka Premier League vs Burnley.
Lebih jauh, seolah menegaskan bahwa Spurs memang layak berpredikat tim papan bawah musim lalu. Ya, meski juara Liga Europa dan main di Liga Champions musim ini, musim lalu Spurs finis di posisi 17.
Sebaliknya bagi Bayern, kemenangan telak atas Spurs jadi modal berharga jelang DFL-Supercup melawan VfB Stuttgart (17/8). Setelah itu Die Roten menjalani spieltag pertama Bundesliga kontra RB Leipzig (23/8).
“Aku agak terkejut dengan penampilan anak-anak (menang 4-0 dari Spurs, Red). Aku tidak menyangka mereka telah berada di level ini (meski musim belum berjalan, Red)” papar der trainer Bayern Vincent Kompany. (dio)






