Bondowoso (beritajatim.com) – Sebuah pohon besar jenis Nyamplong tumbang di jalan raya Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Rabu pagi (6/8/2025). Tumbangnya pohon tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan memutus jaringan kabel listrik.
Diduga, pohon tumbang akibat batangnya yang keropos karena sering dijadikan tempat pembakaran sampah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ahmad, warga sekitar, mengaku sering melihat api menyala di bawah pohon tersebut pada malam hari.
“Bahkan tadi malam juga masih dibakar. Itu saya lihat saat lewat di sana,” ungkap Ahmad, warga Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari Darusollah. Ia menjelaskan, kebiasaan membakar sampah di bawah pohon menyebabkan batang lapuk hingga tak kuat menahan beban dahan dan ranting.
“Untung tadi pas roboh gak terkena pengendara atau orang lewat. Cuma kabel listrik putus dan batang menutup jalan,” tambahnya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bondowoso tiba di lokasi dengan dua kendaraan operasional. Evakuasi dilakukan menggunakan dua gergaji mesin untuk memotong batang, dahan, dan ranting pohon.
Anggota TRC BPBD Bondowoso, Miftahul Ulum, membenarkan bahwa kerusakan pohon dipicu oleh kebiasaan membakar sampah di sekitarnya. “Pohon tumbang ini diakibatkan oknum tak bertanggung jawab yang membakar sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD Bondowoso sebelumnya telah mengidentifikasi sejumlah pohon rawan tumbang di sepanjang jalan dari pertigaan Koncer hingga Grujugan Lor. Namun pohon yang tumbang ini sebenarnya tidak termasuk dalam daftar rawan.
“Pohon ini tidak masuk daftar rawan tumbang. Tapi karena sengaja dibakar, akhirnya keropos,” terang Ulum.
Selama proses evakuasi, lalu lintas di lokasi sempat diberlakukan sistem buka-tutup jalan. Pengendara motor dan mobil bergantian melintas di sisi jalan yang tidak tertutup pohon. Proses evakuasi berlangsung hampir satu jam.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. Jangan jadikan pohon tempat pembakaran. Jika keropos seperti ini, akibatnya bisa fatal,” tegas Ulum. [awi/beq]






