Bondowoso (beritajatim.com) – Seorang perempuan yang mengaku bernama Hartatik mendadak menjadi sorotan publik usai curhatannya viral di media sosial. Ia mengaku sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bondowoso yang kini mengalami kesulitan hidup di Malaysia setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dalam unggahannya yang diposting di grup Facebook Suara Rakyat Bondowoso (SRB) oleh akun bernama Rajo Nnotonegoro pada Sabtu (2/8/2025), Hartatik menyampaikan curahan hatinya secara terbuka dan penuh haru. Ia meminta pertolongan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri, Anggota DPR RI Nashim Khan, dan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid.
“Kepada yang terhormat Presiden bapak Prabowo Subianto, dan bapak menteri luar negeri dan (anggota) DPR RI bapak nashim Khan dan bupati Bondowoso kiai Hamid yang saya hormati,” tulis Hartatik dalam unggahan tersebut.
“Perkenalkan nama saya Hartatik. Saya sekarang berada di Malaysia. Sudah 10 tahun saya mengarungi bahtera rumah tangga. Dan saya mengalami kekerasan di dalam rumah tangga. Dan posisi saya sekarang kabur dari suami saya dan luntang Lantung di Malaysia,” tambahnya.
Hartatik mengaku tak memiliki ongkos untuk kembali ke tanah air. Kondisinya makin rumit karena paspornya ditahan oleh majikan.
“Mohon bantuannya bapak Presiden (Prabowo) Subianto dan (Anggota) DPR RI Nashim Khan dan Bupati Bondowoso kiai Hamid yang saya hormati. Saya mohon bantuannya. Saya ingin pulang ke Indonesia. Saya mohon bantuannya. Tolong saya,” ungkapnya.
Unggahan ini langsung menyita perhatian warganet. Banyak yang menyampaikan simpati dan berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu pemulangan Hartatik ke tanah air. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai identitas lengkap maupun alamat asal perempuan yang mengaku berasal dari Bondowoso tersebut. [awi/ian]






