Surabaya (beritajatim.com) – Kampung Bendera di Jalan Darmokali, Wonokromo, Surabaya, yang biasanya semarak menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), tahun ini terasa lebih lengang. Menjelang peringatan HUT ke-80 RI, suasana yang biasanya ramai pembeli kini berubah menjadi sepi.
Pantauan beritajatim.com pada Kamis (31/7/2025) menunjukkan penurunan drastis aktivitas jual beli jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Safitri, salah satu penjual bendera dan aksesori HUT RI di kawasan tersebut, mengakui bahwa tahun ini tidak seramai tahun lalu.
“Pembeli tahun ini sepi, masih ramai yang tahun kemarin,” ujar Safitri.
Ia menyebut mayoritas pembeli hanya mencari pernak-pernik dalam jumlah kecil. “Saking sepinya yang tahun ini, kita (penjual) banyak longgarnya, berbeda dengan tahun kemarin,” tambahnya.
Meski demikian, Safitri tetap berharap ada lonjakan pembeli antara tanggal 5 hingga 7 Agustus, yang biasanya menjadi puncak keramaian. Sebagai warga asli Darmokali dan telah berjualan selama 15 tahun, ia mengandalkan momen ini sebagai sumber penghasilan utama setiap tahunnya.
“Sudah berjualan 15 tahun, memang saya warga asli sini jadi ini mata pencaharian kami. Pelanggan pun sudah banyak yang kenal dengan kampung ini, mereka datang dari Malang, Kediri,” ungkapnya.
Senada dengan Safitri, Nur Hilda, pedagang lain yang juga menjajakan dagangannya secara online, mengaku mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Meskipun ia menawarkan sekitar 20-an item, baik secara langsung maupun daring, hasilnya tetap belum menggembirakan.
“Selain buka di rumah, saya juga jualan di online. Tapi ya begitu kondisinya sepi semua,” tutur perempuan berusia 48 tahun tersebut.
Kendati pasar tampak lesu, para pedagang tetap membuka lapaknya dari pagi hingga malam hari. Mereka berharap semangat kemerdekaan mampu menggugah antusiasme warga untuk kembali memeriahkan perayaan nasional ini, seperti tahun-tahun sebelumnya. [ram/beq]






