Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan legislator PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia tumpah ruah di Bali dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) nasional yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan di The Meru, Bali Beach Convention Center, Denpasar, Bali pada Rabu (30/7/2025).
Sekitar 3.200 peserta yang terdiri atas anggota DPR serta DPRD provinsi dan kabupaten/kota Fraksi PDIP dari seluruh Indonesia hadir
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah menuturkan, Bimtek Fraksi PDI Perjuangan ini diselenggarakan sebagai bentuk penajaman arah dan prioritas kerja politik partai untuk lima tahun ke depan.
Said yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini menjelaskan, bahwa tujuan Bimtek ini adalah agar seluruh anggota DPRD dari PDI Perjuangan mampu menyelaraskan perspektif dalam penyusunan kebijakan anggaran dan peraturan daerah, baik dalam konteks penyusunan APBD provinsi maupun kabupaten/kota.
Politisi senior asal Madura itu menekankan, bahwa Bimtek ini juga menjadi sarana untuk membumikan kembali ideologi Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan ke dalam kerja-kerja legislasi di daerah.
“Salah satu fokus penting dalam agenda lima tahun ke depan adalah penguatan kedaulatan pangan dan energi. Dua sektor ini menjadi instrumen utama dalam mewujudkan kemandirian bangsa,” tegasnya.
Kader Banteng Jawa Timur menyatakan siap menindaklanjuti setiap arahan DPP untuk memperkuat konsolidasi, meningkatkan kapasitas legislator, dan memperkuat peran partai dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional dan global.
Anggota Komisi VI DPR RI, sekaligus Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono Kanang menambahkan, bahwa dalam Bimtek ini seluruh kader menerima arahan langsung dari dua sosok penting partai, yaitu Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Keduanya, menurut Kanang, memberikan pesan yang senada: pentingnya melakukan mawas diri atas dinamika politik dan sosial saat ini, serta memperkuat kesiapan kader menghadapi tantangan ke depan.
Menurut dia, arahan tersebut sangat relevan dengan situasi mutakhir yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.
Kanang menegaskan, bahwa seluruh kader partai, terlebih mereka yang menduduki jabatan legislatif maupun struktural, tidak boleh hanya berpuas diri dalam ruang kekuasaan. (tok/ian)






