Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 80 naskah dari total 160 artikel tentang Islam, Budaya dan STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika) dari 5 (lima) negara berbeda dipresentasikan dalam International Conference on Islamic Studies (ICONIS) Ke-9 Tahun 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Rabu (30/7/2025).
Kegiatan dengan tema ‘Islam, Budaya dan STEM; Perubahan dan Keberlanjutan di Era Disrupsi’, dibuka langsung oleh Rektor UIN Madura, Dr Syaiful Hadi, dihadiri jajaran civitas akademika di lingkungan Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan.
ICONIS 9 UIN Madura, digelar bertujuan sebagai platform bagi para akademisi, peneliti, praktisi dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan integrasi antara nilai-nilai Islam, kearifan lokal dan perkembangan pesat STEM.
“Peserta lolos di ICONIS Ke-9 ini ada 80 paper atau presenter dari 160 naskah yang sudah submit full paper, tercatat ada lima Negera yang berpartisipasi, termasuk Indonesia. Ada Jerman, Pakistan, Bangladesh, dan India,” kata Ketua Panitia ICONIS 9 UIN Madura, Agung Dwi Bahtiar El Rizaq.
Dari total artikel tersebut, nantinya direncanakan terpublikasi dalam berbagai jurnal ilmiah yang sudah disiapkan. “Rencana penerbitan ada 20 naskah terbaik akan terbit di Atlantis Press (by Springer Nature, Belanda), kemudian ada 30 naskah akan terbit di jurnal internal kita, termasuk di jurnal Scopus dan terindeks Sinta,” ungkapnya.
“Dari jurnal terbaik Scopus ada (Jurnal) Karsa yang sudah konfirmasi mengambil satu naskah, kemudian dari Sinta ada Sinta 1 hingga Sinta 5 yang sudah memilih naskah untuk diterbitkan. Sisanya ada 29 naskah yang akan kita terbitkan di Prosiding internal,” jelasnya.
Forum tersebut juga dinilai menjadi momen krusial untuk mengeksplorasi persimpangan dinamis antara STEM, nilai-nilai Islam dan identitas budaya dunia yang terus berubah. “Kami berharap konferensi ini akan memicu kolaborasi produktif, refleksi kritis, dan gagasan baru yang akan berkontribusi pada sistem pendidikan yang lebih komprehensif, adil, dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
Rektor UIN Madura, Dr Syaiful Hadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua peserta maupun presentator dalam program ICONIS Ke-9 yang digagas di institusi yang dipimpinnya.
Selain itu pihaknya juga menekankan pentingnya sinergi antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum dalam menghadapi tantangan global. “Program ICONIS 9 ini merupakan wujud nyata komitmen UIN Madura dalam mengembangkan keilmuan Islam yang adaptif dan relevan dengan kemajuan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Dr Syaiful Hadi.
“Oleh karena itu kami sangat berharap kegiatan ICONIS ke-9 akan menjadi katalis untuk inspirasi dan inovasi, mempromosikan dialog antarbudaya dan lintas disiplin, serta memperkuat upaya pembangunan jembatan antara tradisi dan inovasi demi kemajuan peradaban,” harapnya.
Sementara Ketua Senat UIN Madura, Achmad Muhlis mengapresiasi komitmen dan spirit peserta yang mempresentasikan naskah terbaik. “Acara ini tentunya turut menandai dukungan dan apresiasi terhadap inisiatif akademik yang berfokus pada pengembangan riset holistik dan relevansi pembahasan integrasi nilai-nilai Islam dengan kemajuan iptek di era disrupsi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sesi utama konferensi ini menampilkan pembicara kunci ternama, seperti Dr. Myra Mentari Abubakar dari National University of Singapore, Prof. Novel Anak Lyndon dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Prof. Sumanto Al Qurtuby dari Kyoto University & Satya Wacana Christian University.
Selain itu berbagai topik menarik juga didiskusikan dalam sesi paralel, termasuk pendidikan STEM yang responsif secara budaya dalam konteks Islam, peran pengetahuan adat dalam pembelajaran ilmiah, dimensi etika sains dalam Islam, serta kontribusi historis para sarjana Muslim terhadap perkembangan ilmiah global. [pin/ian]






