Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Warsubi, menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan masalah 18.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di kabupaten ini dengan langkah tegas.
Pada Senin siang (28/7/2025), ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang untuk memastikan bahwa data yang dikirim ke pemerintah pusat sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Dalam upaya mempercepat perbaikan RTLH, Bupati Warsubi menekankan pentingnya verifikasi data yang akurat dan jujur, agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi.
“Saya tidak mau kerja asal-asalan. Data yang dikirim ke pusat itu harus betul-betul valid, by name by address, dan bisa diverifikasi langsung di lapangan. Ini menyangkut kehidupan masyarakat kita yang paling rentan. Jangan sampai yang sebenarnya butuh malah tidak masuk data,” ujar Bupati Warsubi.
Warsubi menekankan kepada seluruh jajaran Dinas Perkim untuk bekerja cepat namun tetap mengutamakan akurasi dalam verifikasi data, guna memastikan tidak ada hambatan dalam pengajuan bantuan dari pusat. Ia menyebutkan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat bergantung pada kelayakan data yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
“Peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat besar, namun hanya bisa diakses jika data yang disiapkan memenuhi standar kelayakan,” katanya.
Ia pun mengungkapkan bahwa dalam audiensi sebelumnya, Kementerian Perkim menyatakan kesiapan untuk membantu sekitar 10.000 hingga 15.000 unit rumah layak huni di Jombang.
Bupati menyampaikan bahwa perbaikan RTLH bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. “Rumah layak itu bukan kemewahan, itu hak dasar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa rumah yang sehat dan aman akan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak yang berhak untuk belajar di lingkungan yang nyaman.
Selain itu, Bupati juga menekankan bahwa pembangunan rumah layak huni ini memiliki tujuan jangka panjang, yaitu untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif. “Kalau rumahnya sehat dan aman, keluarga lebih tenteram, anak-anak bisa belajar dengan tenang, dan ini akan mendorong kualitas hidup yang lebih baik,” ungkap Bupati Warsubi.
Dalam sidak tersebut, Kepala Dinas Perkim Jombang yang turut mendampingi Bupati Warsubi memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan camat dan kepala desa di seluruh wilayah Kabupaten Jombang. Hal ini bertujuan untuk memperkuat validasi data dan memastikan proses pendataan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. [suf]






