Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiai Mudrikah Pamekasan, menekankan pentingnya etika dan adab dalam menuntut ilmu khususnya di Padepokan Kiai Mudrikah, Dusun Somber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama IBS PKMKK Pamekasan, Dr Achmad Muhlis dalam Silaturahmi bersama Wali Santri se Jawa-Bali, di Auditorium Padepokan Kiai Mudrikah, Pamekasan, Minggu (27/7/2025).
“Pertama kami ingin menyampaikan pentingnya etika dan adab dalam menuntut ilmu, sebab proses belajar pada dasarnya bukan hanya sebatas akumulasi pengetahuan semata, tetapi juga tentang pengabdian dan kepatuhan kepada guru demi keberkahan dan kemanfaatan ilmu yang hakiki,” kata Dr Achmad Muhlis.
Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya etika dan adab dalam menuntut ilmu sesuai tema silahturahmi, yakni ‘Etika kepada Guru’. “Prinsipnya mencari ilmu dengan belajar, berkah ilmu dengan mengabdi, dan manfaat ilmu melalui taat dan kepatuhan,” ungkapnya.
Guna merealisasikan itu, pihaknya juga memaparkan seputar aspek sikap disiplin dengan segala konsekwensinya. “Target yang tidak terpenuhi oleh santri adalah pelanggaran, di mana setiap pelanggaran itu pastinya ada sanksi, dan setiap sanksi pasti memunculkan resistensi,” imbuhnya.
“Hal ini sebagai wujud komitmen kami dalam menjaga kualitas pendidikan dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan yang mendalam bagi seluruh santri, dan tentunya dibutuhkan dukungan penuh dari para wali santri. Karena sejatinya ilmu yang baik itu tercermin dari perilaku dan keterampilan yang bermanfaat,” jelasnya.
Dalam silahturahmi tersebut juga dilaksanakan sesi dialog interaktif yang membuka ruang bagi para wali santri untuk menyampaikan masukan sekaligus pertanyaan. “Momen penting lain dalam kegiatan ini adalah pembentukan Paguyuban Wali Santri khusus untuk jenjang kelas 7 dan 10,” sambung Muhlis.
“Paguyuban ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan orang tua, demi tercapainya tujuan bersama dalam mendidik santri. Tidak kalah penting juga sebagai upaya mempererat tali silaturahim bersama para wali santri, sekaligus menanamkan nilai luhur tentang etika yang merupakan pilar utama membangun generasi berilmu dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Direktur Pengembangan Tajwid dan Hifz Al-Qur’an, Dr Mohammad Holis yang menilai keberhasilan dari 7 (tujuh) implementasi Pilar IBS PKMKK Pamekasan, sangat bergantung pada sinergi kuat antara lembaga dengan pada wali santri. “Kami meyakini jika dukungan penuh dari wali santri merupakan kunci untuk merealisasikan target tujuh pilar,” kata Holis.
“Kondisi ini dapat dibuktikan dengan antusiasme masyarakat terhadap program pendidikan IBS PKMKK, khususnya melalui angka inden santri baru untuk tahun 2026 yang telah mencapai 46 calon santri. Sekaligus menandakan kepercayaan yang tinggi terhadap kualitas dan visi lembaga,” pungkasnya. [pin/but]






