Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah tokoh di kecamatan Batumarmar, melakukan audiensi ke Markas Polsek Tamberu, melaporkan kasus pencurian kotak amal masjid yang terjadi di berbagai desa di kecamatan Batumarmar, Pamekasan.
Audiensi tersebut dilakukan sejumlah tokoh dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Batumarmar, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah (MD), Serikat Islam (SI), sejumlah takmir masjid, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, mereka diterima langsung oleh Kapolsek Tamberu, AKP Edi Sugiantoro beserta jajaran, sekaligus menyampaikan keluh kesah dan keresahan atas terjadinya tindak pidana pencurian. Terlebih aksi nekat tersebut dilakukan di berbagai masjid di Batumarmar.
“Audiensi ini kami lakukan dalam rangka melaporkan aksi pencurian yang meresahkan masyarakat, khususnya di kecamatan Batumarmar. Terlebih kasus ini terjadi di berbagai masjid di kecamatan Batumarmar,” kata salah satu rombongan audiensi, Abd Shomad, Selasa (22/7/2025).
Keresahan tersebut bukan tanpa alasan, sebab peristiwa pencurian tersebut terjadi dalam waktu relatif bersamaan, terhitung sejak akhir Juni hingga 10 Juli 2025 lalu. “Pencurian kotak amal ini terjadi dalam waktu relatif bersamaan di beberapa masjid di Batumarmar, kondisi ini tentu sangat meresahkan,” ungkapnya.
“Berdasar informasi yang kami tampung, kasus pencurian kotak amal terjadi di masjid Ibadurrahman Kapong, Masjid Baiturrahim Tamberu Alet, Masjid Al-Ibrahimy Blaban, Masjid Nurul Islam Bujur Timur, serta Masjid Al-Islam Bujur Tengah,” jelasnya.
Pihaknya berharap agar kondisi tersebut segera ditindak lanjuti, guna mewujudkan suasana aman, nyaman dan tertib khususnya di wilayah Batumarmar. “Tentu kami sangat berharap kejadian ini tidak kembali terulang, dan tentunya butuh partispasi aktif dari aparat penegak hukum, dalam hal ini Polsek Tamberu,” harapnya.
“Sebab jika kejadian seperti ini cenderung diabaikan, bukan tidak mungkin justru masyarakat yang bertindak. Tapi mudah-mudahan kejadian ini tidak kembali terulang, dan pelaku dapat segera ditangkap,” imbuhnya.
Sementara Kapolsek Tamberu, AKP Edi Sugiantoro menyambut baik kedatangan para tokoh, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas beragam atensi. “Komitmen kami selalu siap bekerjasama dengan para ulama maupun tokoh masyarakat, kedepan kita akan segera tindak lanjuti laporan ini,” pungkasnya. [pin/kun]






