Mojokerto (beritajatim.com) – Selain aksi lingkungan, International Community Outreach Program (iCOP) 2025 yang digagas oleh Petra Christian University (PCU) juga menggelar lebih dari 30 program lainnya di enam dusun, lima desa, dan tiga kecamatan di Mojokerto. Para mahasiswa tak hanya terlibat dalam proyek fisik, namun juga budaya dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan mengusung tema ‘Transforming Society’, iCOP 2025 berkomitmen untuk tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi sebuah program multi-years yang berkelanjutan. Sejak perencanaan awal, PCU telah melakukan dua kali survei dan rembug warga untuk memastikan setiap program yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat lokal.
Salah satunya yang menarik perhatian adalah culture lesson di Dusun Lebaksari, Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo. Dimana mahasiswa belajar memasak bersama ibu-ibu setempat dengan menggunakan bahan pangan lokal seperti ikan nila, sayur pakis, lompong, dan rebung kering. Ini lantaran ketiga jenis sayur tersebut banyak ditemukan di Dusun Lebaksari.
“Ini bukan hanya soal belajar masak. Ini tentang menghargai kearifan lokal, memperkuat relasi lintas budaya, dan memberdayakan potensi desa yang selama ini belum tergali maksimal,” ungkap Ketua iCOP 2025, Denny Tri Haryanto, Sabtu (26/7/2025).
Sementara itu, Dosen Hotel Management PSU, Hanjaya Siaputra menambahkan, Dusun Lebaksari, Desa Rejosari memiliki sayuran khas seperti rebung, pakis dan talas. “Di sini ada sayuran khas, rebung hutan. Untuk diawetkan, di asap jadi seperti dendeng. Kalau mau diolah bisa direbus dulu, rebung hutan lebih manis rasanya,” katanya.

“Selain rebung, kami juga minta Pak Kades untuk menanam banyak talas di sini, karena selain umbi dan batangnya bisa dikonsumsi, daunnya bisa dibuat makan ikan sehingga bisa mengurangi biaya pakan pabrikan. tapi jika dikembangkan dan dimanfaatkan akan sangat bagus. Warga desa welcome dengan kegiatan kami, anak-anak bisa diterima. Mereka juga belajar,” ujarnya.
Karena selain tiga menu tersebut, program iCOP 2025 juga membuat kolam ikan yang bisa dimanfaatkan warga Desa Rejosari. Kedepan, lanjutnya, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada warga terutama dalam penyajian ketiga menu sederhana tersebut akan lebih dikenal masyarakat luas.
“Kita kembangkan lagi, kalau rebung ditumis anak-anak tidak suka bisa dijadikan sayuran crispy. Kami juga bisa kombinasikan dengan mata kuliah yang ada, karema belajar tidak hanya di kelas saja tapi dibawa ke masyarakat, lingkungan,” pungkasnya. [tin/kun]
Tahun ini, iCOP 2025 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus ternama dunia :
1. 29 mahasiswa Dongseo University (Korea Selatan)
2. 23 mahasiswa Inholland University of Applied Sciences (Belanda)
3. 3 mahasiswa The Hongkong University of Science and Technology
4. 16 mahasiswa International Christian University (Jepang)
5. 7 mahasiswa Fu Jen Catholic University (Taiwan)
6. 3 mahasiswa Lingnan University Hong Kong
7. 17 mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Indonesia)
8. 1 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
9. 53 mahasiswa Petra Christian University






