Sumenep (beritajatim.com) – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Sumenep pekan ini merangkak naik. Salah satunya beras premium. Pekan lalu harga beras premium berkisar Rp 14.000 per kg. Pekan ini naik menjadi Rp 14.500.
“Kenaikannya tidak terlalu banyak. Hanya Rp 500 per kg. Harga beras premium ini naik, terutama yang dipasok dari luar daerah. Kalau beras lokal, harganya relatif stabil, tetap Rp 12.500 per kg,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil, Kamis (24/07/2025).
Berbeda dengan beras premium, harga gula pasir pekan ini justru mengalami penurunan harga. Pekan lalu Rp 17.500 per kg, dan pekan ini Rp 17.000 per kg. Untuk harga komoditas minyak goreng pekan ini stabil. Minyak goreng kemasan 2 liter Rp 39.000 dan Minyakita kemasan 1 liter Rp 16.500.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga pekan ini adalah bawang, baik bawang putih maupun bawang merah. Untuk bawang putih semula Rp 28.000 menjadi Rp 30.000 per kg. Sedangkan bawang merah pekan lalu Rp 44.000 dan pekan ini naik menjadi Rp 50.000 per kg.
“Yang kenaikannya agak tajam itu bawang merah. Penyebabnya lebih pada menipisnya stok karena keterlambatan pengiriman,” terang Idham.
Sedangkan untuk komoditas cabai, pekan ini harganya relatif stabil. Bahkan harga cabai rawit cenderung turun. Dari Rp 35.000 per kg menjadi Rp 32.000 per kg. Sedangkan cabai merah besar pekan ini harganya stabil Rp 35.000 per kg.
Untuk komoditas daging harganya juga stabil. Harga daging sapi tetap Rp125.000 per kg. Sedangkan untuk daging ayam broiler atau ayam potong, tetap Rp 36.000 ribu per kg, dan daging ayam kampung Rp 80.000 per kg,” terangnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/but)






