Surabaya (beritajatim.com) – Dunia musik rock kembali berduka. Salah satu ikon terbesar dalam sejarah musik, Ozzy Osbourne, vokalis legendaris Black Sabbath sekaligus pelopor genre heavy metal, meninggal dunia pada usia 76 tahun pada Selasa pagi, 22 Juli 2025.
Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi yang penuh rasa kehilangan. Ozzy menghembuskan napas terakhirnya hanya beberapa minggu setelah penampilan terakhirnya dalam konser reuni “Back to the Beginning” bersama personil asli Black Sabbath di Birmingham, Inggris.
Meski penyebab kematiannya tidak diumumkan secara rinci, publik mengetahui bahwa Ozzy telah lama berjuang melawan sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit Parkinson dan komplikasi akibat cedera.
Sosok Legendaris dan Warisan Musik
Ozzy Osbourne yang dijuluki “Prince of Darkness” dikenal bukan hanya karena suaranya yang khas dan penampilan panggungnya yang nyentrik, tetapi juga karena kontribusinya yang luar biasa dalam perkembangan musik heavy metal. Ia kerap disebut sebagai The Godfather of Heavy Metal berkat pengaruh besarnya dalam membentuk genre tersebut.
Karir musiknya dimulai bersama Black Sabbath pada akhir tahun 1960-an. Album perdana mereka yang berjudul Black Sabbath (1970) segera diikuti oleh Paranoid dan Master of Reality, yang ketiganya menjadi tonggak sejarah musik rock dengan lirik gelap, riff gitar berat, dan karakter vokal Ozzy yang tak tertandingi.
Tak hanya sukses bersama Black Sabbath, Ozzy juga mencetak prestasi besar lewat karir solonya. Album Blizzard of Ozz (1980) yang melahirkan lagu-lagu legendaris seperti “Crazy Train” dan “Mr. Crowley”, memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon musik dunia.
Perjalanan Hidup yang Penuh Warna
Terlahir dengan nama asli John Michael Osbourne pada 3 Desember 1948 di Birmingham, Inggris, Ozzy tumbuh dalam keluarga kelas pekerja dengan enam bersaudara. Masa kecilnya tidak mudah. Ia putus sekolah di usia 15 tahun setelah didiagnosa menderita disleksia, dan sempat menjalani hukuman penjara karena kasus pencurian.
Namun dari latar belakang yang keras itulah, Ozzy menemukan pelarian dalam musik. Ia membentuk band bersama Geezer Butler, Tony Iommi, dan Bill Ward yang kemudian berubah nama menjadi Black Sabbath. Nama band ini menjadi simbol musik rock gelap dan penuh tenaga, yang mempengaruhi generasi musisi setelahnya.
Pada tahun 1979, Ozzy dikeluarkan dari Black Sabbath karena masalah kecanduan alkohol dan narkoba. Namun ia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu bersinar sebagai solois.
Ia juga dikenal luas lewat acara reality show The Osbournes (2002–2005) yang menampilkan kehidupan pribadinya dan menjadi salah satu tayangan realitas paling populer di MTV saat itu.
Konser Reuni Terakhir dan Penghargaan Bergengsi
Penampilan terakhir Ozzy terjadi pada 5 Juli 2025 dalam konser reuni “Back to the Beginning” di Villa Park, Birmingham. Konser ini menjadi momen emosional karena merupakan penampilan bersama Black Sabbath pertama dalam dua dekade terakhir. Dengan kondisi fisik yang menurun, Ozzy tampil duduk di kursi megah menyerupai tahta, memperkuat kesan bahwa ia adalah raja sejati dunia heavy metal.
Sepanjang kariernya, Ozzy telah mengoleksi segudang penghargaan bergengsi. Ia masuk dalam UK Music Hall of Fame dan US Rock and Roll Hall of Fame, baik sebagai solois maupun anggota Black Sabbath. Namanya juga terukir di Hollywood Walk of Fame dan Broad Street Birmingham. Ia meraih penghargaan Ivor Novello, lima Grammy Awards dari 12 nominasi, Godlike Genius Award dari NME, dan gelar Living Legend dari Classic Rock.
Lagu-lagu seperti “Iron Man”, “Paranoid”, “War Pigs”, “Crazy Train”, hingga “Changes” akan selalu menjadi warisan abadi yang melekat di hati para pecinta musik di seluruh dunia. Penjualan album Ozzy bersama Black Sabbath bahkan telah melampaui 75 juta kopi secara global.
Kepergian Ozzy Osbourne menjadi akhir dari sebuah era dalam sejarah musik rock dan heavy metal. Ia bukan hanya musisi, tetapi juga simbol perlawanan, ekspresi bebas, dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan.
Warisan yang ditinggalkannya, baik melalui lagu-lagu yang mengguncang dunia maupun kisah hidup yang penuh pelajaran, akan terus hidup dalam hati para penggemarnya. (mnd/ian)






