Surabaya (beritajatim.com) Polisi mengklaim trend aksi balap liar di kota Surabaya terus menurun dalam waktu dua minggu terakhir. Hal ini, lantaran selama dua minggu terakhir pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Polrestabes Surabaya gencar melakukan patroli hingga pukul 04.00 WIB.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan dari hasil evaluasi patroli selama dua minggu terakhir, aksi balap liar terus menurun. Namun, aksi balap liar masih terjadi diatas pukul 04.00 WIB.
“Alhamdulillah dua minggu terakhir aksi balap liar terus menurun setelah kami bersama Pemkot Surabaya gencar melakukan patroli keliling,” kata Luthfie, Rabu (23/7/2025).
Untuk terus menekan angka balap liar pihaknya akan memperpanjang durasi patroli keliling hingga pukul 05.30 WIB. Utamanya, pada jalan-jalan protokol yang kerap digunakan muda-mudi Surabaya untuk balap liar. Seperti Jalan Adityawarman, Jalan Raya Ngagel, Jalan Kertajaya, Jalan Ir. Soekarno (Merr) hingga Jalan Kenjeran.
“Seluruh anggota kita libatkan. Utamanya jalan-jalan protokol yang memiliki traffic light itu kita jaga betul. Karena mereka kan main (balap liar) pakai traffic light itu,” jelas Luthfie.
Selain penindakan, pihak Polrestabes Surabaya juga melakukan pencegahan dengan memberikan bimbingan kepada para bengkel-bengkel yang biasa diminta untuk modif kendaraan yang digunakan balap liar.
“Kita juga sosialisasi dan lakukan pembinaan kepada para bengkel untuk tidak melayani pembuatan sepeda motor balap liar. Karena, aksi balap liar ini sangat meresahkan dan membahayakan warga Kota Surabaya,” tuturnya.
Namun, Luthfie menegaskan pihak kepolisian tidak bisa semena-mena melakukan tindakan kepada para montir bengkel dengan alasan mereka mencari nafkah. Sehingga, pihak kepolisian menggunakan pendekatan humanis dengan cara sosialisasi dan memberikan pembinaan.
“Kita ingatkan secara moral bahwa aksi balap liar ini kan membahayakan. Kalau kecelakaan bagaimana ? Kan juga meresahkan warga Surabaya,” pungkasnya. [ang/aje]






