Jember (beritajatim.com) – Anggaran bonus atlet Kabupaten Jember peraih medali Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur membengkak. Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember akan mengalokasikan tambahan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) 2025.
“Kita sudah punya anggaran di APBD awal Rp 1,2 miliar. Kemudian setelah hasil pembahasan, perolehan medali, kita membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,9 miliar, Berarti masih kurang Rp 1,7 miliar,” kata Kepala Dispora Jember Edi Budi Susilo, Rabu (16/7/2025).
Edi sudah melaporkan kekurangan anggaran ini kepada Bupati Muhammad Fawait. “Semoga bisa di-cover melalui Perubahan APBD ini,” katanya.
Perubahan APBD sudah mulai dibahas pekan ini. “Setelah itu clear, maka semuanya nanti akan secara resmi bonus atlet akan diserahkan oleh Gus Bupati,” kata Edi.
Edi memastikan bonus akan terealisasi. “Hanya proses administrasi yang harus ditunggu bersama-sama. Tidak usah bolak-balik takon ndek saluran Wadul Guse,” katanya. Wadul Guse adalah saluran pengaduan warga yang langsung dipantau Bupati Muhammad Fawait.
Kontingen Jember menduduki peringkat 20 dari 38 kabupaten dan kota peserta Porprov Jatim 2025, turun lima peringkat dibandingkan penyelenggaraan dua tahun lalu. Namun jebloknya peringkat kontingen Jember dalam Porprov Jatim kali ini tak akan membatalkan janji bonus kepada para atlet peraih medali.
“Meskipun harus kita akui bahwa prestasi kita tidak lebih baik dari dua tahun yang lalu, tapi Gus Bupati tetap merasa bangga atas semangat dan perjuangan dari kita semua,” kata Edi.
Sebagai ketua kontingen, Edi berterima kasih kepada semua atlet dan ofisial. “Tentu saja selaku penanggung jawab, saya kemarin menyampaikan kepada Gus Bupati bahwa saya bertanggung jawab sepenuhnya atas prestasi yang kita raih,” katanya.
Dengan kekuatan 252 orang atlet dan ofisial, kontingen Jember berhasil merebut 11 medali emas, 17 perak, dan 41 perunggu. “Ada juara bertahan yang sekarang dapat medali lagi. Ada juara baru yang sebelumnya enggak dapat, sekarang dapat,” kata Edi.
“Ada yang sebelumnya dapat medali, kemarin tidak dapat. Saya sudah sampaikan. Terlepas dari itu semua, tentu kami mengapresiasi dan menghargai semangat yang ditunjukkan oleh para atlet, para coach, para official,” kata Edi.
Semua peraih medali akan memperoleh bonus sesuai janji Bupati Fawait, yakni Rp 50 juta untuk peraih medali emas, Rp 20 juta untuk peraih medali perak, dan Rp 10 juta untuk peraih medali perunggu.
“Reward saat ini dalam proses. Oleh karena itu mohon sabar, mohon disampaikan kepada para atlet untuk sedapatnya menunggu. Ketua KONI sudah menyampaikan secara tertulis surat kepada Dispora untuk segera direalisasikan. Yang kami tunggu lampirannya, supaya klik sama dengan data kami. Tetapi data resmi dari KONI terkait dengan atlet-atlet yang berhak mendapatkan medali,” kata Edi.
Edi minta KONI Jember membantu verifikasi akhir bonus untuk atlet. “Kemarin yang mendapatkan medali tidak hanya nomor perorangan. Ada nomor ganda, ada nomor trio. Ada nomor beregu kecil, yang berisi empat sampai lima orang atlet. Ada beregu besar, di atas 10 orang. Ada tim kecil, di bawah lima orang. Ada tim besar di atas 10 orang,” katanya.
Menurut Edi, ada rumus untuk nominal bonus bagi atlet yang tergabung dalam tim. “Di tim besar misalnya seperti sepak bola yang meraih perunggu, ada angka pembaginya, ada rumusnya. Drafnya sudah kita susun. Tinggal kita diskusikan dengan tim KONI. Setelah nanti semuanya fix, maka berita acara selesai kami siapkan untuk menjadi SK Bupati,” katanya.
“Ini hanya masalah waktu untuk proses administrasi. Tapi saya berani memastikan bahwa semuanya sudah terakomodasi di APBD dan tinggal nanti pencairannya,” kata pria berkumis ini.
Ketua KONI Jember Sutikno telah memgirimkan lampiran daftar atlet peraih medali kepada Dispora Jember, Selasa (15/7/2025). Menurutnya, semua atlet peraih medali akan menerima hak sesuai aturan, termasuk atlet yang berangkat dengan biaya mandiri.
Sutikno membenarkan bahwa ada rumus untuk peraih medali beregu. “Perhitungan rewaed ini memang sudah ada rumusnya. Baik itu untuk atlet, untuk pelatih, official, ada perhitungannya,” katanya. Rumus itu sudah digunakan sejak pelaksanaan porprov sebelumnya. [wir]






