Malang (beritajatim.com) – PT PLN (Persero) UP3 Malang mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2025 dengan mendukung infrastruktur kelistrikan. Mereka memastikan PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tetapi juga untuk menjaga denyut kehidupan kota.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo mengatakan keandalan kelistrikan mereka siagakan 24 jam penuh. Termasuk penggunaan ATS (Automatic Transfer Switch) untuk memastikan venue-venue strategis seperti Stadion Gajayana yang memiliki 2 penyulang.
“Yaitu penyulang galunggung dan penyulang jodipan sebagai pembukaan acara, Ken Arok, dan Kanjuruhan tetap terang dan beroperasi tanpa gangguan. Kami juga sudah melakukan assessment pada keandalan jaringan di beberapa stadion unutk penyelenggaraanya dengan hasil jaringan handal dan siap untuk menyuplai listrik handal,” ujar Agung Wibowo, Senin, (16/6/2025).
PLN UP3 Malang bakal melayani Malang Raya dari pusat operasionalnya di Jalan Basuki Rahmat. PLN UP3 Malang menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung infrastruktur kelistrikan untuk suksesnya event olahraga tingkat provinsi ini, sekaligus menjawab tantangan pertumbuhan kota yang semakin dinamis.
Sebagai lokasi pembukaan Porprov pada 28 Juni 2025, Stadion Gajayana disuplai oleh dua penyulang utama, Galunggung dan Jodipan, masing-masing berkapasitas 5 MW. Penambahan daya juga dilakukan di GOR Ken Arok dari 50 kVA menjadi 197 kVA dan Gedung Kartini 33 kVA yang akan difungsikan sebagai SIBA Center.
Dukungan kelistrikan juga mencakup penyediaan listrik tambahan untuk tamu VVIP, sewa genset 1500 kVA oleh EO, serta monitoring keandalan di seluruh venue yang telah dinyatakan siap beroperasi.
Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang, mengapresiasi peran PLN dalam Porprov 2025 ini. Sekitar 18 ribu peserta akan hadir, dan semua bertumpu pada listrik. Menurutnya, sektor penerangan jalan juga menjadi perhatian serius.
“PLN hadir sebagai mitra strategis kami. Dukungan ini bukan hanya soal teknis, tapi juga wujud sinergi dalam membangun citra Kota Malang yang mbois dan berkelas,” kata Wahyu.
Kota Malang sendiri memiliki 21.959 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), dan berdasarkan survei bersama DPUPRKP, ditemukan bahwa 3.700 titik tidak layak dan 5.004 titik perlu ditangani segera. PLN dan pemerintah kota sepakat bahwa seluruh PJU harus masuk dalam sistem meterisasi pada tahun 2026.
“Kami rencanakan penambahan 186 titik PJU resmi di 2025 dan penggantian tiang yang tidak sesuai standar. Bersama PLN, kami jaga kota tetap terang dan aman,” ujar Kepala DPUPRKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto. (luc/kun)






