Bojonegoro (beritajatim.com) – Renovasi gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Dusun Kedungrejo Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang akan dipakai untuk Sekolah Rakyat (SR) dikebut. Renovasi ditarget tuntas pada akhir bulan Juli hingga awal Agustus 2025 mendatang.
Renovasi gedung itu dilakukan oleh kontraktor Nindya – Adhi KSO. Sesuai kontrak, pengerjaan dengan nama Renovasi Sekolah Rakyat tahap 1b, dari Kementerian PU Ditjen Prasarana Strategis itu dengan nilai kontrak Rp206 miliar dari APBN tahun anggaran 2025. Kontrak pekerjaan di 37 titik lokasi di 21 Provinsi.
“Kontrak pengerjaan dimulai 4 Juli 2025 dengan rentang waktu pengerjaan selama 45 hari kalender, dan masa perawatan 180 hari kalender,” ujar Penanggung Jawab Nindya – Adhi KSO, Roko Radian, saat di Bojonegoro, Sabtu (12/7/2025).
Gedung Pusdiklat Bojonegoro yang akan dipakai Sekolah Rakyat (SR) sebanyak tiga lantai. Lantai paling bawah dipakai untuk administrasi, lantai kedua untuk ruang kelas, dan lantai ketiga sebagai asrama dan ruang kelas. Sekolah Rakyat di Bojonegoro dibagi menjadi 4 rombel dengan jumlah 100 siswa.
“Jadi nanti ada alihfungsi bangunan besar. Renovasi bangunan tidak terlalu banyak, hanya pengecatan, dan pembagian asrama dan ruang kelas, serta penyediaan tempat tidur sebanyak 100 unit,” terangnya.
Untuk diketahui, program Sekolah Rakyat ini dimaksudkan untuk memutus rantai kemiskinan melalui program pendidikan. Sebanyak 100 anak dari keluarga miskin ekstrem di Bojonegoro berkesempatan mendapat sekolah gratis setingkat SMA sederajat.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, juga telah menandatangani langsung Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam program sekolah rakyat tersebut di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial RI, Jakarta, pada Kamis (10/7/2025).
Penandatanganan ini menjadi penanda kesiapan Bojonegoro sebagai salah satu dari 100 titik percontohan Sekolah Rakyat tahap pertama di seluruh Indonesia. Program ini merupakan kebijakan afirmatif dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberdayakan kelompok masyarakat paling rentan.
Bupati Setyo Wahono menegaskan, keikutsertaan Bojonegoro dalam program Sekolah Rakyat adalah wujud komitmen penuh pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia menyebut program ini lebih dari sekadar proyek birokrasi.
“Ini adalah ikhtiar kemanusiaan kita bersama untuk memastikan anak-anak Bojonegoro memiliki masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” pungkasnya. [lus/ian]







