Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengimbau masyarakat sekitar lokasi kemunculan buaya di Sungai Bengawan Solo turut Desa Kebonagung Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro lebih waspada.
“Masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar Sungai Bengawan Solo,” ujar Ahmad Gunawan, Senin (12/12/2022).
Gunawan menambahkan, pasca kemunculan buaya di tepi Sungai Bengawan Solo turut Desa Kebonagung Kecamatan Padangan itu, Petugas dari Pos Damkarmat Padangan sudah melakukan penyisiran selama dua jam lebih. “Saat dilakukan penyisiran tidak ditemukan, sehingga jika muncul lagi bisa melaporkan kembali,” imbuhnya.
Pihaknya mengaku dengan adanya laporan kemunculan buaya itu masih perlu diperjelas. Namun, merunut sejarah kemunculan buaya secara visual di wilayah sungai Bengawan Solo sudah pernah terjadi. Seperti kemunculan di Bendung Gerak dan di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno pada 2018.
“Memang buaya itu habitatnya di air, namun untuk memastikan bahwa itu (Sungai Bengawan Solo) memang habitat aslinya atau bukan masih perlu ditanyakan ke ahlinya,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bengawan-solo”]
Sekadar diketahui, kemunculan buaya di Sungai Bengawan Solo itu terjadi kemarin sore. Kemunculan hewan reptil itu juga sempat membuat geger warganet, terutama di grup Facebook. Video berdurasi 11 detik yang diunggah oleh akun Kusmanto Cimmex mendapat ratusan respon suka dan komentar. [lus/but]






