Surabaya (beritajatim.com) – Ada momen mengharukan sekaligus mencuri perhatian saat tim Persebaya Surabaya mendapat undangan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Australia. Dalam acara tersebut, para pemain Green Force bertemu dengan warga Indonesia yang tinggal di Negeri Kanguru, termasuk seorang bocah bernama Hunter.
Hunter, bocah berusia sekitar 6 tahun yang merupakan anak dari pasangan ekspatriat – sang ibu warga negara Indonesia, ayahnya warga Australia – tampak antusias saat bertemu para pemain idolanya. Dengan polos dan penuh semangat, ia melontarkan pertanyaan kepada kiper Persebaya, Ernando Ari, seputar tips menjadi pemain sepak bola.
Namun karena keterbatasan bahasa, Ernando melempar pertanyaan itu ke rekannya, Bruno Moreira. Pemain asal Brasil ini dengan senang hati membagikan kisah perjuangannya kepada Hunter. “Jadi saya harus menjadi pemain sepak bola, saya pikir tidak ada rahasia, Anda tahu, misalnya bagi saya, saya harus bekerja sangat keras sejak saya masih kecil, seperti Anda, saya mulai sangat muda, mungkin enam tahun, tujuh tahun,” ujar Bruno, Jumat (11/7/2025).
Bruno menekankan bahwa kunci utama adalah percaya diri, fokus pada tujuan, serta dukungan dari orang tua. “Yang terpenting adalah fokus pada karir, bekerja keras dan kamu harus mendengarkan saran orang tua apa yang mereka berikan sebagai saran itu baik untuk hidup kamu,” tambahnya.
Pesan itu didengarkan penuh perhatian oleh Hunter, yang dikenal rajin berlatih di sekolah sepak bola di Australia. Dalam akun Instagram sang ibu, @dwigel.family, kerap terlihat unggahan Hunter tengah berlatih sepak bola, dan bahkan beberapa warganet menyebut bocah ini sebagai “the next Justin Hubner”.
Tak berhenti di situ, Bruno juga memberikan wejangan spiritual kepada Hunter agar selalu percaya diri dan yakin pada takdir. “Percaya pada Tuhan juga, Anda akan menjadi pemain sepak bola. Dan saya pikir poin yang paling penting adalah percaya diri, karena terkadang orang akan melihat Anda dan mengatakan Anda tidak bisa menjadi pemain sepak bola,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keteguhan hati di tengah keraguan orang lain. “Jika orang mencoba untuk merendahkan Anda, percaya pada Tuhan, percaya diri, dan kerja keras, serta memiliki prioritas,” pungkas Bruno.
Momen menyentuh ini menjadi potret kehangatan antara atlet profesional dan penggemar ciliknya di perantauan. Hunter pun menjadi simbol harapan baru dari diaspora Indonesia di Australia, yang mungkin suatu hari benar-benar akan merumput di level internasional. [kun]






