Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, memastikan tidak terlibat dalam perencanaan renovasi Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan.
Bahkan proses renovasi yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI), secara serentak diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Senin (17/3/2025) lalu.
Namun sekalipun sudah diresmikan, stadion milik Pemkab Pamekasan, yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan, Pamekasan, justru mendapatkan catatan minor dari Tim Risk Assessment PT Liga Indonesia Baru (LUB), seiring dengan adanya beberapa poin yang dinilai tidak memenuhi standar dan tidak memenuhi aturan yang ditentukan.
Beberapa fakta yang dinilai melabrak berbagai aturan yang ditentukan, di antaranya kerusakan toilet duduk dan uranior, tidak ada panggung kamera master, ringging kamera offside melabrak ketentuan, rumput lapangan mulai menguning, serta tribun media tidak sesuai ketentuan.
“Soal renovasi Stadion Gelora Pamelingan Pamekasan, kami tidak terlibat dalam perencanaan, karena kami hanya sebagai penerima manfaat dari proses renovasi yang bersumber dari dana APBN melalui Kementerian PUPR,” kata Kepala Disporapar Pamekasan, Fathorachman, ketika ditemui SIWO PWI Pamekasan, Senin (7/7/2025).
Namun untuk memastikan Stadion Gelora Pemelingan Pamekasan, bisa dijadikan sebagai arena pada ajang kompetisi Super League (nama baru Liga 1), pihaknya komitmen untuk segera melakukan perbaikan sesuai catatan dari Tim Risk Assessment PT LIB.
“Tapi untuk pembenahan atas 5 (lima) catatan dari asesor PT LIB, sedang dipersiapkan. Bahkan sebagai salah satu upaya perawatan rumput, SGMRP Pamekasan tidak disewakan selama dua bulan ke depan, hingga Madura United memulai kompetisi musim 2025-2026,” ungkapnya.
Namun hingga saat ini, beritajatim.com terus mencoba mencari sosok penanggung jawab khususnya konsultan pengawas renovasi SGMRP Pamekasan, guna memastikan dari catatan hasil risk assessment PT LIB.
Sementara Disporapar juga segera mempertimbangkan usulan dan saran dari SIWO PWI Pamekasan, khususnya seputar progres dan realisasi Pamekasan Sport Tourism Hub (PSTH). “Soal realisasi PSTH yang diusulkan berpusat di SGMRP Pamekasan, akan kita bicarakan lebih lanjut,” jelasnya.
“Semula realisasi PSTH dipusatkan di GOR Sahabat Nyalaran, lalu beralih ke GOR Teja pada 2023. Terbaru pusat konektivitas yang diinisiasi SIWO PWI Pamekasan, akan dipusatkan di SGMRP Pamekasan,” pungkasnya. [pin]






