Blitar (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar akan mengevaluasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Evaluasi ini dilakukan usai prestasi kontingen Kabupaten Blitar jeblok di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Jawa Timur (Jatim) 2025.
Rencana evaluasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i. Menurut politisi PKB tersebut, Dispora dan KONI harus dievaluasi sebagai pertanggungjawaban atas turunnya prestasi olahraga Kabupaten Blitar di tingkat regional.
“Harus dievaluasi dibandingkan antara prestasi dan anggarannya. Paling tidak harus dievaluasi dengan anggaran besar malah jeblok,” ucap M. Rifai’i, Selasa (8/7/2025).
Prestasi kontingen Kabupaten Blitar sendiri memang mengalami kemerosotan di ajang Porprov Jatim tahun 2025 ini. Kontingen Kabupaten Blitar hanya mampu bertengger di posisi 14, meski anggarannya naik mencapai Rp.2,7 miliar.
Kondisi inilah yang disorot oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar itu mempertanyakan bagaimana bisa anggarannya Porprov naik tapi prestasinya justru menurun tajam.
“Iya, Dispora tahu kalau KONI dapat anggaran lebih banyak dari tahun kemarin seharusnya lebih banyak waktu untuk menginformasikan ke Cabang Olahraga (Cabor). sehingga Cabor bisa melakukan pembinaan pada atletnya jauh jauh hari sehingga mau berangkat ganti Ketua pun bukan jadi alasan jebloknya prestasi di Porprov,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Harian Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Blitar, Fatatoh Hirony Ulya mengakui jika peringkat Kabupaten Blitar pada Porprov Jatim 2025 saat ini turun dibanding Porprov sebelumnya. Namun Fatotoh menyebut turunnya peringkat ini, bukan berarti kegagalan.
“Iya memang kalau dilihat dari peringkat, kabupaten Blitar turun. Dibanding sebelumnya kita di 10 besar, saat ini di 14 besar, Karena semua atlet dan cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Blitar berangkat semua dan menunjukkan perjuangannya,” ungkap Fatotoh, Senin (7/7/2025).
Dalam gelaran Porprov Jatim 2025 ini, Kabupaten Blitar berhasil meraih total medali sebanyak 84, dengan rincian 19 emas, 22 perak dan 43 perunggu. Prestasi Kabupaten Blitar ini masih kalah mentereng dibandingkan daerah tetangga seperti Kabupaten Malang.
Meski prestasinya merosot, KONI Kabupaten Blitar mengaku telah memberikan fasilitas yang lebih layak bagi para atlet, termasuk untuk uang saku, daripada kegiatan sebelumnya. Harapannya tentu agar prestasi atlet mencapai target, namun apa mau dikata angan-angan tak sesuai realitas. Prestasi Kabupaten Blitar justru anjlok.
KONI Kabupaten Blitar berdalih ada beberapa faktor yang membuat prestasinya merosot di ajang Porprov Jatim 2025 ini. Persiapan yang sangat pendek, dari Musorkab kemudian di Pra Porprov serta Porprov menjadi salah satu faktor kurangnya persiapan Kabupaten Blitar menghadapi Porprov ini.
“Anggaran untuk Porprov pada 2023 lalu, besarnya hampir sama dengan yang sekaran ini senilai Rp1,6 miliar. Hanya yang membedakan adalah persiapan yang dilakukan,” ungkapnya. [owi/aje]






