Lamongan (beritajatim.com) – Kontingen Kabupaten Lamongan harus puas finis di peringkat ke-21 dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Dengan raihan 10 medali emas, 14 perak, dan 36 perunggu, Lamongan mengumpulkan total nilai 104, jauh dari target awal untuk bisa masuk 10 besar.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lamongan, Heri Pranoto, mengakui hasil tersebut belum sesuai dengan harapan. Namun, ia tetap melihat sisi positif dari pencapaian kontingen Lamongan yang mengalami peningkatan nilai dibanding gelaran Porprov sebelumnya.
“Dari sisi nilai memang ada peningkatan, tapi secara peringkat kita turun, dan itu menjadi catatan penting bagi kami,” ujarnya, Senin (7/7/2025).
Menurut Heri, kegagalan masuk 10 besar tidak lepas dari sejumlah faktor, salah satunya adalah tidak ikut sertanya Lamongan dalam cabang olahraga (cabor) angkat besi, yang selama ini menjadi lumbung medali emas bagi banyak daerah.
“Daerah lain bisa meraih 5 hingga 6 emas hanya dari angkat besi. Sementara kita tidak mengirim atlet di cabor itu, tentu ini sangat berpengaruh pada posisi akhir,” ungkapnya.
Selain itu, dominasi atlet muda dalam skuad Lamongan juga disebut turut memengaruhi performa. Sebagian besar atlet senior yang dulu pernah berprestasi tidak lagi memenuhi syarat usia untuk bertanding pada Porprov kali ini.
“Atlet yang kita kirim semuanya adalah putra daerah, banyak yang masih muda dan minim pengalaman. Ini menjadi tantangan tersendiri,” jelas Heri.
Dalam ajang Porprov IX Jatim 2025 ini, Lamongan menurunkan 448 atlet dan 132 official. Mereka terdiri dari 286 atlet putra dan 162 atlet putri yang bertanding di berbagai cabor.
Meski gagal memenuhi target, Heri menegaskan KONI Lamongan tidak akan berdiam diri. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan, mulai dari pola pembinaan hingga peningkatan kualitas pelatihan.
“Ke depan, kami berencana mendatangkan pelatih dari luar daerah untuk meningkatkan kualitas kepelatihan di cabor-cabor strategis,” kata Heri.
Ia berharap kegagalan tahun ini dapat menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar Lamongan bisa kembali bersaing di papan atas pada event olahraga mendatang.
“Kegagalan ini adalah pelajaran berharga. Kami akan berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik untuk event berikutnya,” pungkasnya. [fak/beq]






