Surabaya (beritajatim.com) – Badan Klimatologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya beberkan analisis situasi cuaca di Perairan Selat Bali terkait tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang terjadi pada Rabu (2/7) malam.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Arif Wiyono, menyebutkan bahwa berdasarkan citra radar dan pantauan satelit, saat kejadian sekitar pukul 23.35 WIB, kondisi cuaca di Perairan Selat Bali menunjukkan keadaan cerah berawan.
“Tinggi gelombang pun tercatat relatif tenang, berkisar pada angka 0.4 hingga 1 meter, yang dikategorikan sebagai gelombang yang rendah atau landai,” kata Arif, Kamis (3/7/2025).
Arif juga menjelaskan, Kecepatan angin dari pukul 22.00 hingga 03.00 WIB terpantau normal, berkisar antara 2.5 hingga 13.8 knot, dengan arah dominan dari tenggara hingga barat daya.
“Sementara itu berdasar pantauan dari High-Frequency (HF) Radar milik BMKG di selat Bali menunjukkan bahwa arus permukaan bergerak ke arah selatan, dengan kecepatan 0.03 hingga 1.7 meter per detik,” urainya.
Dari situ, hasil pantauan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya menunjukkan bahwa saat insiden kapal tenggelam, cuaca di Selat Bali cerah berawan dengan gelombang tenang dan landai. Dengan demikian, faktor cuaca kecil kemungkinannya menjadi penyebab tenggelamnya kapal tersebut.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali meninggalkan duka mendalam. Kapal nahas tersebut tenggelam pada Rabu (2/7/2025) malam, sekitar pukul 23.35 WIB, tak lama setelah berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Di atas kapal terdapat 65 orang, terdiri dari penumpang dan kru, serta memuat 22 kendaraan berbagai jenis.
Hingga Kamis (3/7/2025) pukul 10.59 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total 35 orang, dengan rincian 31 selamat dan empat penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan sisa penumpang dan kru yang belum ditemukan.
“Ops SAR sampai dengan saat ini sedang berlangsung. Evakuasi empat korban meninggal dunia di perairan dibawa menuju ke RSUD Negara,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, Kamis (3/7). [ama/but]






