Atlanta (beritajatim.com) – Tidak ada lagi GOAT di Piala Dunia Antarklub. Itu setelah Inter Miami-nya Lionel Messi dihajar Paris Saint-Germain 0-4 pada 16 besar dini hari tadi.
Bahkan, laga yang dimainkan di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta itu sebenarnya sudah selesai sejak babak pertama. Ya, seluruh gol Les Parisiens terjadi pada 45 menit pertama.
Gelandang Joao Neves jadi man of the match dengan brace-nya pada menit keenam dan 39′. Dua gol lainnya disumbang oleh bunuh diri Tomas Aviles (40′) dan Achraf Hakimi (45+3′).
Bahkan, Messi baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pada babak kedua. Itu bukti bahwa La Pulga (Si Kutu)–julukan Messi–memang mati kutu pada laga kali ini.
“Ini (kemenangan telak atas Inter Miami, Red) tidak semudah kelihatannya. Menghadapi Messi selalu sulit. Babak kedua jadi buktinya (PSG gagal menambah gol, Red). Tetapi, kami layak mendapatkannya,” ujar entraineur PSG Luis Enrique dilansir AP.
Kegagalan pemilik 8 Ballon d’Or itu mengalahkan PSG membuatnya gagal balas dendam. Ya, Messi pernah dua musim berkostum rival Olympique Marseille itu pada 2021-2023.
Tetapi, dua musimnya bersama PSG adalah yang pengalaman terburuk. Meski mempersembahkan 3 trofi serta mengemas 32 gol dan 35 assist dari 75 laga, Messi bahkan dicemooh pendukung PSG lantaran gagal memenangi Liga Champions.
Akhirnya, PSG baru bisa memenangi Liga Champions musim ini. Justru itu terjadi ketika mereka sudah tak lagi diperkuat Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar.
“Performa kami memang membaik di babak kedua. Tetapi, menghadapi PSG di level mereka saat ini, bahkan Messi pun kesulitan melakukannya,” ujar pelatih Inter Miami Javier Mascherano. (dio)






