Singapura (beritajatim.com) – Pepper Lunch, restoran cepat saji bergaya teppan yang terkenal dengan hidangan Pepper Rice khasnya, akan menggelar perayaan World Pepper Rice Day perdana pada 3 Juli 2025 mendatang.
Perayaan berskala global ini sekaligus menandai 31 tahun hadirnya menu Pepper Rice sejak pertama kali diperkenalkan di Tokyo, Jepang.
James Tham, General Manager Global Brand & Marketing Pepper Lunch, menjelaskan bahwa World Pepper Rice Day menjadi bentuk apresiasi kepada pelanggan setia di seluruh dunia.
“World Pepper Rice Day adalah momen spesial untuk merayakan warisan rasa, teknologi teppan, dan pengalaman bersantap interaktif yang hanya bisa didapatkan di Pepper Lunch,” ujar James Tham dalam keterangan tertulis Sabtu (28/6/2025).
Dalam satu hari tersebut, lebih dari 500 gerai Pepper Lunch di berbagai negara akan serempak menyuguhkan menu ikonik ini.
Para penggemar Pepper Rice diajak menikmati keunikan hidangan yang dimasak di hotplate bersuhu 80°C yang mampu mempertahankan panas selama lebih dari 20 menit.
Alasan Pepper Rice Tetap Dicintai di Seluruh Dunia
Pepper Rice bukan sekadar hidangan cepat saji, tetapi simbol inovasi kuliner yang memiliki cita rasa khas. Bumbu Pepper Margarine dan Garlic Soy Sauce menjadi rahasia kelezatan yang membuat banyak pelanggan kembali lagi. Ditambah konsep DIY dining, pelanggan bebas memasak dan menyesuaikan rasa langsung di meja.
“Inilah keunikan kami, pelanggan bisa meracik dan memasak sendiri sesuai selera. Tidak hanya makan, tetapi juga merasakan pengalaman seru,” ungkap James Tham.
Pecahkan Rekor Dunia Guinness
Sebagai bagian dari perayaan, Pepper Lunch juga menargetkan pemecahan rekor dunia Guinness dengan kategori “Most Photos of Hotplate Pepper Rice Uploaded to Facebook in 1 Hour.”
Seluruh pelanggan diundang untuk berpartisipasi dengan cara memesan Pepper Rice, berfoto, lalu mengunggahnya ke Facebook menggunakan tagar #WorldPepperRiceDay pada 3 Juli 2025 pukul 18.00–19.00 waktu GMT+8.
Perayaan Cita Rasa Global
World Pepper Rice Day tak hanya dirayakan di Asia seperti Tokyo dan Singapura, tetapi juga menjangkau Bangkok hingga Vancouver. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Pepper Rice adalah warisan rasa lintas negara yang terus berkembang.
Selain itu, Pepper Lunch juga membuka kesempatan bagi media dan influencer di beberapa negara untuk merasakan pengalaman spesial melalui konten di balik layar, kerja sama promosi, hingga sesi mencicipi hidangan.
“Pepper Rice bukan hanya makanan, tetapi juga warisan yang akan terus kami kembangkan bersama para pecinta kuliner di seluruh dunia,” tutup James Tham. (ted)






