Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mampu menyelesaikan beberapa permasalahan negara dengan cepat dan tepat, tidak lepas dari orang di balik layar yang sangat dipercaya dalam mengamati dan menelisik ke dalam permasalahan tersebut.
Tokoh muda NU, Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) menilai sosok di balik layar itu, salah satunya adalah Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
“Kami melihat Presiden Pak Prabowo juga mengetahui bakat-bakat yang dimiliki oleh Pak Dasco. Ini seperti halnya Rasulullah SAW melihat Amr bin Ash. Pak Dasco dirasa orang yang sangat loyal terhadap Pak Prabowo, baik sebagai kepala negara ataupun pribadi, dan memiliki kecintaan akan menjaga NKRI di atas segalanya dan sudah selesai dengan urusan pribadinya,” kata Gus Ubaid, Selasa (24/6/2025).
Gus Ubaid melihat Dasco bisa melaksanakan arahan Presiden Prabowo dengan senyap, tuntas dan tepat, baik yang berhubungan dengan politik, hukum, dan pemerintahan.
Amr bin Ash adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kecerdasan, keberanian, dan perannya dalam pembebasan Mesir. Awalnya, Amr adalah penentang Islam, tetapi kemudian masuk Islam dan menjadi salah satu sahabat yang paling berjasa dalam penyebaran dan perluasan wilayah Islam.
Amr bin Ash mendapatkan pendidikan yang mendalam dalam ajaran tauhid dari Rasulullah. Rasulullah menyadari bahwa Amr adalah seorang yang istimewa, memiliki keberanian dan bakat-bakat lainnya. Rasulullah mengirim utusan kepadanya dengan pesan “Bawalah pakaian dan senjatamu, lalu temuilah aku”.
Ketika Amr bertemu dengan Rasulullah, beliau menyampaikan pesan bahwa Amr akan dikirim untuk berperang bersama pasukan. Amr dengan tegas menyatakan bahwa ia masuk Islam, bukan untuk mencari harta, melainkan karena cintanya pada agama Islam dan keinginannya untuk menjadi salah seorang sahabat Rasulullah.
Rasulullah merespons dengan kata-kata yang menggambarkan pentingnya karakter seseorang. “Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang yang shaleh.” [tok/aje]






