Jember (beritajatim.com) – Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur Grace Evi Ekawati ingin seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember memiliki kegiatan ekstrakurikuler bola basket.
“Kami ingin membuat bola basket itu seperti sepak bola,” kata Evi, ditulis Senin (9/6/2025).
Mula-mula Evi ingin menghapuskan kesan mahal pada olahraga basket. “Dari pohon kelapa pun kita kasih ring, mereka bisa bermain basket. Saya tidak mematok mereka harus pakai sepatu atau pakai apa. Kita buat basket for fun, basket for good,” katanya.
Upaya memperkenalkan basket yang nenyenangkan ini dirintis melalui kegiatan ‘Mama Evi Goes to School’. Rencananya Evi akan memperkenalkan permainan bola basket kepada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama 28 Juni 2025.
“Kami lebih pada kunjungan ke sekolah untuk memberikan motivasi, mengenalkan bola basket, hujan hadiah, melakukan tanya jawab: apa kendala selama ini. Kalau mereka tidak mengenal basket ya kita kenalkan basket gitu,” kata Evi.
Evi ingin masuk ke SD dan SMP untuk membangun fondasi bola basket Generasi Emas Indonesia 2045. :Kita persiapkan mereka untuk menyongsong Indonesia Emas dan membugarkan anak-anak itu dengan cara bermain bola basket,” katanya.
Evi tak hendak mengajarkan teknik bermain bola basket, namun memperkenalkan bola basket sebagai permainan menyenangkan. “Dengan fasilitas yang minim pun, di pohon kelapa pun saya kasih ring, saya bisa membuat mereka semua senang dengan bola basket, berolahraga, menghilangkan tindak kriminal, menghilangkan kecanduan gadget. Jadi kelebihan energinya kita alihkan ke basket,” katanya.
Evi punya alasan memilih Jember sebagai tempat kegiatannya. “Jember punya potensi, anak-anaknya luar biasa dan mereka juga welcome,” katanya. Selain Jember, ia berencana melakukan kegiatan serupa di Kota Madiun.
Rencana Evi ini didukung Sekretaris Komisi D DPRD Jember Indi Naidha. “Kalau dikunjungi Ketua Umum Perbasi Jawa Timur berarti Jember ini spesial, maka harus didukung sungguh-sungguh oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga,” katanya.
Menurut Indi, Jember perlu membangun ekosistem basket yang bagus melalui pelatihan sejak usia dini. “Dengan demikian kita tidak kehilangan atlet-atlet penerus selanjutnya,” katanya.
Apalagi, menurut Ketua Perbasi Jember Nur Rizal Arif, perkembangan basket di lingkungan sekolah cukup baik. “Untuik pebasket usia dini, ada kelompok upper dan lower, Upper ini kelas 4, 5, 6 sekolag dasar, Sementara untuk lower adalah siswa kelas 1, 2, 3,” katanya.
Berdasarkan pemetaan Perbasi Jember, ada sejumlah SD dan SMP yang berpotensi mengembangkan bola basket, antara lain SD Al-Baitul Amin, SD Al-Furqon, SD Kepatihan 1, 3, 5, 6, SD Jember Lor 1, SMP Negeri 1, 2, dan 3, serta SMP Maria Fatimah.
Rencana Evi untuk menyosialisasikan bola basket di SD dan SMP di Jember disambut gembira Rizal. “Karena masih banyak sekolah yang butuh edukasi tentang bola basket. Bahkan ada sekolah yang juga belum punya lapangan.,” kata Rizal.
Rizal berharap sekolah-sekolah di Jember bisa membuka diri terhadap pengembangan bola basket. Apalagi Pengurus Pusat Perbasi membuka ruang bagi sekolah-sekolah untuk mengajukan bantuan pembangunan lapangan basket.
Sementara itu Kepala SMP Negeri 3 Heru Wahyudi menyambut baik pengembangan bola basket di Jember, termasuk rencana kedatangan Ketua Perbasi Jatim ke sekolah-sekolah. “Siapapun yang penting itu adalah untuk kebaikan dan juga timing-nya tepat, insyaallah kita siap,” katanya.
Namun Heru keberatan mengarahkan siswa-siswa untuk menghadiri kegiatan Mama Evi Goes to School karena bertepatan dengan hari libur sekolah. “Kalau (tanggal 28 Juni) saya enggak bisa, karena memang kondisi libur sekolah. Kami tidak mungkin mengarahkan anak-anak ke sekolah,” katanya.
Menyiasati musim libur sekolah, Indi Naidha mengusulkan, agar sekolah menghadirkan siswa-siswa yang selama ini berminat atau bergabung dengan ekstrakurikuler bola basket. “Jadi saya rasa bisa diaturlah. Seharusnya sekolah bisa memanfaatkan peluang yang baik, karena tidak semua sekolah didatangi Perbasi Jawa Timur,” katanya.
Indi melihat dengan kehadiran Evi, sekolah bisa berbagi informasi dengan Perbasi Jatim. “Kita bisa melihat potensi atlet yang bisa dipompa Perbasi Jatim. Sekolah sebaiknya melibatkan wali murid, karena antusiasme siswa tidak lepas dari dukungan wali murid,” katanya.
Namun Heru tidak ingin hanya atlet basket sekolah yang dihadirkan. “Kalau atletnya saja, atletnya saja dengan event seperti itu, menurut saya eman, Karena saya ingin anak-anak yang lain itu punya ketertarikan juga. Jadi, enggak hanya atlet saja tapi banyak anak nanti yang bisa tertarik dengan basket,” katanya.
Indi sendiri siap mengkomunikasikan rencana ‘Mama Evi Goes to School’ ini dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga. “Tentu ini untuk kebaikan atlet Jember ke depan,” katanya. [wir]






