Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, berkomitmen memaksimalkan regulasi pemain U-21 yang diterapkan di Liga 2, untuk mengorbitkan pemain muda.
Menurut Aji, keberadaan regulasi U-21 bukan sekadar formalitas, melainkan peluang emas untuk mengorbitkan pemain muda berbakat, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal demi masa depan sepak bola Indonesia.
Pelatih asal Malang itu tidak ingin menurunkan pemainuda jlhanua sebatas menggugurkan kewajiban yang tertuang dalam aturan kompetisi. Melainkan harus mendapatkan menit bermain yang berkualitas, dan benar-benar siap bersaing di level profesional. “Saya maunya nanti, walaupun pemain regulasi, harus siap main, siap bersaing,” kata Aji, Kamis (5/6/2025).
Aji memng dikenal sebagai pelatih yang cukup berhasil dalam mengorbitkan pemain muda. Pelatih 55 tahun itu tak ragu memberikan kepercayaan dan menit bermain.
Berkat polesan tangan dinginnya, membuat pemain yang sebelumnya bukan siapa-siapa, mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, memberikan kontribusi besar untuk tim dan menjadi pemain yang diperhitungkan.
Sudah banyak pemain muda dari berbagai tim yang diorbitkan Aji. Terbaru, saat menangani PSPS Pekanbaru di Liga 2 musim lalu. Ada beberapa pemain muda potensial yang diberikan kepercayaan untuk bermain, dan berhasil memberikan kontribusi besar untuk tim.
“Ketika saya di PSPS, saya bukan sekedar menyertakan untuk memenuhi regulasi. Kemarin ada sadewa, kemudian Faris yang saya ambil dari Liga 4 ke PSPS, sekarang dipanggil untuk TC Timnas,” ucapnya.
Juru taktik pemegang lisensi kepelatihan Pro AFC itu menegaskan, tidak akan asal-asalan dalam merekrut pemain U-21 untuk Persela, agar mendapatkan pemain muda yang benar-benar potensial dan siap bersaing di level profesional.
“Artinya bahwa untuk pemain-pemain regulasi pun, tidak hanya sekedar ikut. Saya mau kalau dia bisa inti, ya inti, ndak ada masalah. Jadi nanti kita akan ambil 5 sampai 6 pemain regulasi,” ucap Aji. (fak/kun)






