Pacitan (beritajatim.com) – Kondisi laut di wilayah selatan Pacitan tengah dilanda gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2 hingga 2,5 meter. Fenomena ini diperkirakan berlangsung sejak 6 hingga 9 Mei 2025, dipicu oleh angin dari arah selatan hingga tenggara dengan kecepatan 9 hingga 15 kilometer per jam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyebutkan bahwa berdasarkan analisis permodelan, gelombang tersebut tergolong tinggi dan berpotensi membahayakan aktivitas di laut.
“Potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh angin dari arah selatan hingga tenggara dengan kecepatan antara 9 hingga 15 kilometer per jam. Saat ini, wilayah selatan telah memasuki musim angin timuran yang berdampak pada kondisi laut,” ujar Erwin, Kamis (8/5/2025).
Erwin mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
“Khusus wisatawan yang berkunjung ke pantai, kami minta untuk tidak berenang atau bermain air, terutama di pantai yang langsung terhubung dengan laut lepas. Ini demi menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Pantauan di Pantai Pancer Dorr menunjukkan gelombang tinggi disertai hembusan angin kencang. Namun demikian, aktivitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan masih berjalan normal. Puluhan nelayan tampak mempersiapkan bekal untuk melaut, sementara beberapa kapal besar masih bersandar di sisi kanan pelabuhan.
Meski gelombang tinggi melanda, para nelayan tetap melaut karena saat ini memasuki musim penangkapan ikan tongkol dan tuna. Mereka tetap menjalankan aktivitas dengan penuh kehati-hatian. [tri/beq]






