Bondowoso (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan optimisme pemerintah provinsi dalam menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada September 2025.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri penyerahan bantuan sosial di Kabupaten Bondowoso, Selasa (6/5/2025).
Khofifah menjelaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari paket kebijakan strategis yang melibatkan berbagai instansi, seperti Dinas Sosial dan Bappeda.
“Kalau ada simbolik penerima bantuan kemiskinan ekstrem, maka itu dalam koordinasi Bappeda. Yang lain seperti asistensi sosial penyandang disabilitas dan PKH untuk lansia berasal dari Dinsos,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana peluncuran program baru bernama Putri Jawara (Perempuan Tangguh Jawa Timur Sejahtera) pada bulan Juni 2025 mendatang.
Program ini ditujukan untuk perempuan kepala keluarga yang memiliki anak disabilitas atau terindikasi stunting. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta.
“Saya sudah sampaikan ke Dinsos Bondowoso agar segera mengajukan data calon penerima ke Dinsos Provinsi,” imbuhnya.
Khofifah menegaskan bahwa target penghapusan kemiskinan ekstrem di Jatim akan dicapai pada September 2025, meskipun data resmi dari BPS baru akan dirilis pada Februari atau Maret 2026. “Kita berharap kemiskinan ekstrem bisa nol persen,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi kontribusi pelaku usaha, baik mikro, kecil, menengah maupun besar, yang telah berpartisipasi dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.
Ia menilai, kolaborasi seluruh pihak, termasuk ormas, posyandu, dan pemerintah kabupaten/kota, menjadi kunci utama keberhasilan program-program sosial di Jawa Timur.
“Pertumbuhan ekonomi kita naik, investasi meningkat, dan angka stunting Jawa Timur kini terendah kedua secara nasional setelah Bali. Ini berkat kolaborasi kita semua,” pungkasnya. (awi/but)







1 Komentar
1. Apa ukuran kemiskinan nya? Semakin rendah ukuran kemiskinan akan semakin sedikit jumlah orang miskin
2. Untuk menaikkan pendapatan masyarakat adalah dengan pengelolaan SDA dengan tepat, dan hanya pada Islam SDA itu diatur dengan benar