Malang (beritajatim.com) – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif daerah. Dalam kunjungannya ke Malang Creative Center (MCC), Selasa (29/4/2025), ia menyampaikan kekagumannya terhadap sarana dan prasarana yang disiapkan untuk pelaku ekonomi kreatif di kota tersebut.
“Kreatif, kami mengapresiasi sekali apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang selama ini, mendukung para pegiat ekonomi kreatif. Tidak hanya pilih-pilih, tetapi 17 subsektor termasuk dalam fasilitas yang diberikan; kreatif hub atau MCC,” ujar Teuku Riefky.
Ia menegaskan pentingnya membangun kolaborasi antarwilayah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari tingkat lokal. Menurutnya, Kota Malang adalah contoh nyata bagaimana ekosistem kreatif daerah dapat berkembang secara signifikan.
“Karena kami yakin, bahwa mendukung pegiat ekonomi kreatif itu sama saja juga mendukung bertumbuhnya pembangunan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Kita melihat Kota Malang mempunyai kreatifitas yang luar biasa dan ini perlu kita dukung dan ini juga akan membantu semakin besarnya pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, Wahyu, menyampaikan bahwa Kota Malang saat ini menjadi daerah terdepan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ia menyebut komitmen Pemerintah Kota Malang terhadap 17 subsektor ekraf telah membuahkan hasil yang nyata.
“Pak Menteri Ekonomi Kreatif ini sangat-sangat kagum dan terkejut dengan perhatian Pemerintah Kota Malang terhadap ekonomi kreatif. Karena selama ini belum ada kota yang fokus dengan peningkatan ekonomi kreatif. Prioritas dari Kementerian Ekonomi Kreatif itu ada pada 7 subsektor. Tapi kami di Kota Malang sudah memfasilitasi hingga 17 subsektor. Dan itu membuat Pak Menteri betul-betul kagum,” kata Wahyu.
Wahyu menambahkan, kontribusi ekonomi kreatif telah mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Malang sebesar 6,07 persen, dengan pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif mencapai 5,93 persen. Selain itu, pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 6,01 persen.
“Mesin baru ini telah kita buktikan bahwa ekonomi kreatif kita kawal dan kita bina, telah mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan semakin membantu pelaku-pelaku ekonomi kreatif menjadi lebih baik,” jelas Wahyu.
Ia menegaskan bahwa ekonomi kreatif telah menjadi bagian dari perencanaan strategis jangka menengah Kota Malang. Program tersebut diintegrasikan dalam visi misi “Mbois Berkelas” dan Dasa Bhakti yang selaras dengan kebijakan nasional Asta Kreatif. [luc/beq]






