Surabaya (beritajatim.com) – Petra Christian University (PCU) menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas dengan menggelar workshop bertajuk “Menuju Masa Depan yang Inklusif: Workshop Artificial Intelligence (AI) bagi Orang dengan Disabilitas untuk Pendidikan, dan Pekerjaan”.
Acara yang berlangsung di Ruang W.303, Gedung Radius Prawiro, Kampus PCU Surabaya, Rabu (24/4/2025) ini merupakan bagian dari inisiatif nyata PCU mendukung Surabaya sebagai kota ramah disabilitas, yang selama ini digaungkan oleh pemerintah kota.
Diikuti oleh 70 peserta, acara ini menghadirkan beragam kalangan, mulai dari mahasiswa lintas program studi PCU yang mengambil mata kuliah Disability Studies and Empowerment, siswa SLB, hingga perwakilan dari dinas dan lembaga terkait.
Di bawah naungan Departemen Mata Kuliah Umum dan berkolaborasi dengan Perpustakaan PCU, Gunawan Tanuwidjaja, selaku dosen pengampu menyebut bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan biasa, melainkan praktik langsung dari pembelajaran.
“Melalui workshop ini, para peserta disabilitas diperkenalkan dengan berbagai aplikasi kecerdasan buatan seperti Envision AI dan ChatGPT yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka,” jelas Gunawan.
Envision AI, misalnya, sangat berguna bagi siswa tunanetra karena mampu membaca teks dari buku pelajaran, papan tulis, hingga dokumen digital. Sementara itu, ChatGPT dimanfaatkan peserta untuk membuat cerita naratif secara mandiri, sebagai latihan berpikir kritis dan kreatif.
Salah satu siswa tuna netra dari YPAB, Danu Hendrawan, mengaku sebenarnya sudah diperkenalkan dengan AI. Sedangkan di sini Danu diajak untuk benar-benar mencoba penggunaan AI, seperti Envision AI dan ChatGPT.
“(Kesannya) Seru, karena baru pertama kali mencoba mendeskripsikan sesuatu (menggunakan AI),” ujar siswa kelas 9 tersebut.
Bahkan Danu juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasa memiliki kesulitan atau kendala saat mengaplikasikan AI tersebut.
Seluruh sesi dikemas dalam format interaktif agar peserta dapat langsung merasakan manfaat dari teknologi yang digunakan.
Eka Prastama Widiyanto, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), turut hadir dan mengapresiasi inisiatif PCU.
Menurutnya, workshop ini membuka ruang dialog tentang peran AI dalam mendukung pendidikan inklusif dan kemandirian penyandang disabilitas dalam dunia kerja.
“Kami sangat mendukung langkah PCU, apalagi saat ini KND juga tengah mengembangkan program literasi digital bersama BENETECH,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PCU, KND, beberapa LSM, dan sekolah-sekolah disabilitas. MoU ini menjadi penanda dimulainya kolaborasi jangka panjang untuk meningkatkan akses dan inklusi digital bagi penyandang disabilitas di Indonesia. (fyi/but)






