Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, komunitas sosial Kawan Ayu menggelar aksi kreatif bertajuk “Merangkai Daun untuk Bumi”, Rabu (17/4/2025), di Bento Kopi MERR Surabaya.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah perempuan muda dari berbagai latar belakang, sebagai ajakan reflektif dan ekspresi cinta lingkungan dengan cara yang inklusif dan sederhana.
Pendiri Kawan Ayu, Ais Shafiyah Asfar, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap bumi tidak harus selalu diwujudkan melalui aksi besar atau seremonial. Menurutnya, ruang-ruang kecil bisa menjadi awal dari perubahan besar jika dikerjakan secara konsisten dan kolaboratif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa cinta terhadap bumi bisa lahir dari ruang-ruang kecil. Merangkai daun kering di atas totebag menjadi simbol sederhana, namun bermakna bahwa perubahan bisa dimulai dari tangan sendiri,” ujar Ais.
Selain membuat kolase dari daun kering, peserta juga diajak membawa pakaian layak pakai untuk didonasikan. Donasi ini akan disalurkan melalui program sosial Kawan Ayu dan dikelola sebagai bagian dari gerakan daur ulang ramah lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi kreatif, tetapi juga ruang interaksi yang memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Pesan utama yang digaungkan adalah bahwa menjaga bumi dapat dilakukan siapa saja, dari mana saja, dan dimulai dengan langkah kecil.
Kawan Ayu sendiri merupakan komunitas sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan muda, dengan pendekatan akar rumput dan inklusif. Program-program yang mereka jalankan mencakup penguatan komunitas, pendidikan informal, kegiatan sosial, serta aksi lingkungan dan solidaritas.
Sebagai bentuk refleksi atas pergerakan mereka, Ais menegaskan pentingnya partisipasi nyata dalam membangun perubahan sosial dan ekologis.
“Kami percaya bahwa perubahan sosial tidak harus menunggu momen besar. Keterlibatan kecil yang dilakukan bersama bisa membawa dampak panjang. Kampanye ini adalah salah satu caranya,” tambah Ais.
Ais juga menyebut bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekadar ajang kreatif, tetapi bagian dari ajakan untuk memperluas praktik hidup yang sadar dan peduli lingkungan dalam keseharian.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ais menyampaikan harapan agar gerakan kecil ini bisa menjadi benih bagi gerakan yang lebih luas di masa depan.
“Kegiatan ini bukan akhir. Harapannya, kampanye ini menjadi pemantik untuk gerakan berkelanjutan, yang menggabungkan nilai sosial, kepedulian lingkungan, dan partisipasi aktif dari perempuan muda,” tutup Ais. [asg/ian]






