Surabaya (beritajatim.com) – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 kembali menjadi tantangan para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) favorit. Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Bambang Sektiari, DEA, membagikan sejumlah strategi agar peserta bisa lolos seleksi dengan sukses.
Pahami Keketatan Program Studi
Prof. Bambang menekankan pentingnya memahami keketatan program studi (prodi) yang dituju. Menurutnya, keketatan sangat dipengaruhi oleh jumlah peminat dan skor rata-rata yang diterima pada tahun sebelumnya.
“Semakin tinggi jumlah pendaftar, maka tingkat persaingan makin ketat. Artinya, peserta dengan skor rendah memiliki peluang yang lebih kecil untuk diterima. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis data tahun lalu sebelum memilih prodi,” jelasnya, Rabu (23/4/2025).
Sebagai ilustrasi, rata-rata tingkat keketatan di Unair berkisar antara 8 hingga 9 persen, sementara beberapa prodi favorit bahkan hanya menerima sekitar 3 persen dari total pendaftar.
“Strateginya adalah memilih empat prodi dengan kombinasi tingkat keketatan tinggi, sedang, dan rendah. Ini bisa meningkatkan peluang diterima di salah satu prodi,” tambah Prof. Bambang.
Jadwal dan Aturan SNBT 2025
SNBT 2025 akan diselenggarakan selama 10 hari, mulai dari 23 April hingga 3 Mei, tanpa sistem gelombang. Ujian dilaksanakan secara terus menerus, sehingga peserta harus disiplin dan mempersiapkan diri secara maksimal.
“Toleransi keterlambatan maksimal hanya 30 menit. Selain itu, peserta dilarang mengenakan kaos oblong, membawa alat elektronik, serta diwajibkan mengenakan pakaian putih saat ujian di Unair,” jelasnya.
Strategi Lolos SNBT 2025
Berikut beberapa strategi yang disarankan agar peserta bisa lebih siap menghadapi SNBT 2025:
1. Analisis dan Simulasi Skor
Gunakan data skor tahun lalu untuk memperkirakan peluang diterima di prodi tertentu.
2. Fokus pada Materi Esensial
Prioritaskan soal dengan tingkat kesulitan sedang dan tinggi dalam latihan.
3. Diskusi dengan Guru BK dan Orang Tua
Konsultasikan pilihan prodi dengan guru Bimbingan Konseling dan orang tua agar sesuai minat dan potensi.
4. Gunakan Metode Belajar yang Variatif
Kombinasikan bimbel, video edukasi, dan tryout online untuk meningkatkan pemahaman dan membiasakan diri dengan format soal.
5. Manajemen Waktu yang Baik
Hindari belajar sistem kebut semalam. Mulailah belajar secara konsisten sejak jauh hari.
6. Optimalkan Pilihan Prodi dan Jaga Mental Positif
Gabungkan pilihan prodi dari berbagai kategori keketatan. Selain persiapan akademik, mental yang positif dan keyakinan diri juga sangat penting.
“Berdoa adalah modal utama untuk membangun kepercayaan diri. Dengan persiapan yang matang dan mental yang kuat, saya yakin peserta bisa sukses mengikuti SNBT 2025,” pungkas Prof. Bambang. [ipl/aje]






