Malang (beritajatim.com) – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma), dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., menyatakan keprihatinannya terhadap isu pelecehan seksual yang mencoreng dunia medis. Ia mengecam keras segala bentuk pelecehan, khususnya yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Profesi dokter adalah profesi yang sangat mulia, tetapi bisa rusak hanya karena ulah segelintir oknum. Yang paling dirugikan justru profesi dokter itu sendiri,” tegasnya.
Menurut dr. Rahma, seorang dokter memiliki privilege yang tidak dimiliki oleh profesi lain. Ia mencontohkan bagaimana dokter dipercaya sepenuhnya oleh pasien saat melakukan pemeriksaan, termasuk dalam kondisi yang sangat personal.
“Posisi dokter itu sangat luar biasa. Tidak ada profesi lain yang bisa dengan mudah meminta pasien untuk membuka baju saat pemeriksaan, kecuali dokter. Privilege ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Jangan disalahgunakan,” katanya.
Ia menambahkan, menjadi dokter bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab tinggi.
“Anak-anak saya selalu saya ingatkan: kalian ini punya kesempatan lebih. Jaga privilege itu dengan menjaga amanah. Pastikan kalian menjadi orang yang baik. Tidak usah neko-neko,” ucapnya di hadapan para mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma itu.
Lebih lanjut, dr. Rahma mengingatkan bahwa pelanggaran etik bisa berakibat fatal bagi masa depan seorang dokter. Selain kehilangan gelar dan surat tanda registrasi (STR), pelanggaran berat seperti pelecehan bisa berujung pada sanksi pidana maupun perdata.
“Sekolah kedokteran itu panjang dan tidak mudah. Enam sampai tujuh tahun pendidikan, belum lagi program profesi dan spesialis. Kalau sudah sejauh itu, lalu tidak bisa menjaga marwah profesi, maka semua bisa hilang, harga diri, martabat, STR, bahkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa yang paling ia khawatirkan adalah hilangnya kepercayaan publik terhadap profesi dokter.
“Kalau masyarakat sudah tidak percaya lagi pada dokter, itu yang paling berat. Oleh karena itu, saya selalu ingatkan pentingnya menjaga etika dan keluhuran profesi. Semua profesi itu punya etikanya, dan kita harus kembali pada nilai-nilai dasar itu,” pungkasnya. (dan/ian)






