Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi memulai pembangunan Jembatan Talunbrak yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Gresik. Peletakan batu pertama dilakukan Rabu (16/4/2025) di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Jembatan ini dibangun di atas Kali Lamong dan akan menghubungkan Dusun Talun dengan Dusun Brak, serta menjadi penghubung vital menuju Dusun Karangpilang, Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Gresik.
Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp14,5 miliar dan ditargetkan selesai pada Oktober 2025. Pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh CV Sekar Arum sejak 26 Februari 2025, dengan anggaran berasal dari dana hibah rehabilitasi konstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Proyek ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra dan Muhammad Rizal Octavian.
Jembatan Talunbrak yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 6 meter ini sebelumnya hanya berupa jembatan sederhana dengan panjang 66 meter dan lebar 2 meter, yang dibangun sejak 2001.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa sebelumnya jembatan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan telah mengalami beberapa kerusakan besar, khususnya pada tahun 2018 dan 2021.
“Pada saat itu, memakai konstruksi sederhana dengan panjang 66 meter dan lebar hanya 2 meter. Jadi hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” ungkapnya.
Jembatan tersebut sempat rusak berat akibat luapan rutin Kali Lamong. Pada 2021, kemiringannya bahkan mencapai 60 derajat, membuatnya tak bisa lagi dilewati. Penanganan darurat pun dilakukan pemerintah desa dengan dukungan BPBD dan PUPR Kabupaten Mojokerto.
“Sehingga tidak mungkin lagi bisa dilewati oleh warga kita dan warga Kabupaten Gresik. Pada saat itu dilakukan penangganan sementara oleh dari desa disupport dari BPBD dan PUPR Kabupaten Mojokerto. Kemudian BPBD dan PUPR berusaha mendapatkan bantuan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun 2021,” katanya.
Rinaldi menjelaskan, konstruksi jembatan baru ini akan jauh lebih kokoh. Menggunakan pondasi tiang pancang sedalam 22 meter dan dilindungi spail sepanjang 15 meter untuk mencegah kerusakan akibat gerusan air sungai.
“Konstruksi jembatan nantinya, panjang 60 meter dan lebar 6 meter jadi Insya Allah bisa dilalui kendaraan roda empat. Untuk abodemennya sendiri memakai tiang pancang sedalam 22 meter, nantinya akan dilindungi spail sepanjang 15 meter yang berfungsi untuk melindungi pondasi jembatan apalagi terjadi gerusan air sungai,” jelasnya.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyebut pembangunan Jembatan Talunbrak sebagai proyek strategis yang sangat vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.
“Harapannya dapat mempercepat akses masyarakat dalam berbagai hal, baik ekonomi, pendidikan, bertani, sosial, budaya dan seterusnya bisa lebih mudah dan cepat,” harapnya.
Masih kata Gus Barra (sapaan akrab, red), proyek ini dikerjakan dengan prinsip-prinsip akuntabilitas.
“Proyek tersebut dikerjakan secara akuntabel dan menaati lima prinsip. Yaitu tepat waktu, mutu, volume, sasaran, serta tertib administrasi. Sehingga pelaksanaan proyek tersebut mendapatkan pendampingan dari pihak kepolisian dan kejaksaan.”
“Kami berharap pembangunan lancar tanpa kendala apa pun dan selesai tepat waktu. Sehingga masyarakat Kabupaten Mojokerto dan Gresik merasakan hasil pembangunan jembatan ini. Alhamdulillah ini bisa menjadi solusi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Peletakan batu pertama turut dihadiri Wakil Bupati Mojokerto, Bakorwil Bojonegoro, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Gresik, jajaran Forkopimda Mojokerto, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Forkopimca Dawarblandong serta tokoh masyarakat setempat. [tin/suf]






