Mojokerto (beritajatim.com) – Realisasi program 100 hari kerja, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa merealisasi program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Dengan menggandeng CSR dari para Pengembang Perumahan Kabupaten Mojokerto, rumah warga Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Muslimin dilakukan rehap.
Dalam arahannya, Gus Barra sapaan akrab Bupati Mojokerto mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2), ada lebih dari 15 ribu rumah yang teridentifikasi tidak layak huni. Rehab akan dilakukan dengan bersinergi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto, sekitar 15 ribu lebih rumah yang tidak layak huni, dan nanti akan dibantu renovasi dari Provinsi dan sebagian kita (Pemkab) yang melakukannya,” ungkapnya.
Menurut Gus Barra, rehab rumah tidak layak huni tersebut merupakan komitmen Pemkab Mojokerto untuk membantu warga kurang mampu agar bisa memiliki hunian yang layak demi hidup yang lebih baik. Gus Barra mengucapkan terima kasih kepada para Pengembang Perumahan yang telah berperan aktif.
“Ini menjadi syarat untuk mewujudkan komitmen Pemkab bahwa kedepannya tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto. Kami juga ucapkan terima kasih untuk para warga Kabupaten Mojokerto yang telah bekerja sama untuk merealisasikan program renovasi rumah tidak layak huni ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono menambahkan, jika pihaknya bersama para jajaran dinasnya memastikan bahwa program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ini akan berjalan sesuai dengan standar pedoman Kementerian PUPR.
“Kami memberikan pendampingan mekanisme dan pendampingan pedoman bagi kawan-kawan pengembang (Pengembang Perumahan), nantinya kami akan berupaya serupa, karena untuk tahun ini kami mensasar 94 rumah tidak layak huni karena dampak bencana dengan menggunakan dana alokasi khusus,” tegasnya. [tin/ian]






