Surabaya (beritajatim.com) – Siapa yang tidak kenal Ahmad Fauzi, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur. Wajahnya selalu menghiasi aksi-aksi demo buruh di Jawa Timur.
Sejak 17 Januari 2025, Ahmad Fauzi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Petrogas Jatim Utama (Perseroda), BUMD milik Pemprov Jatim yang bergerak di sektor energi.
PT Petrogas Jatim Utama menjalankan unit-unit usaha mengelola Sumber Daya Alam Minyak & Gas Bumi, Sumber Daya Energi & Energi Terbarukan, Sumber Daya Mineral, & Pengelolaan Usaha Pelabuhan Umum serta Kegiatan Jasa Penunjang lainnya.
Sejalan dengan waktu, PT Petrogas Jatim Utama telah mampu mengembangkan usahanya dengan baik. Saat ini, PT Petrogas Jatim Utama telah memiliki Anak Perusahaan dan beberapa Kerjasama Operasi (KSO), dengan beberapa bidang usaha yang sudah berjalan, di antaranya :
1. PI 10% untuk daerah Blok Cepu, Madura Off Shore Sumenep (Santos) dan West Madura Offshore, di mana PJU berbagi dengan BUMD milik Kabupaten terkait.
2. Mengoperasikan SPPBE 3Kg Bersubsidi di Jombang.
3. Konsultan Logistik dan Shorebase untuk wilayah Santos Madura.
4. LPG Plant dan Trading Gas di Gresik.
5. Pengoperasian pelabuhan di Gresik dan Probolinggo.
6. Penyewaan tangki timbun BBM dan palm oil di Gresik.
Ahmad Fauzi berasal dari Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Awal masuk Kota Surabaya sekitar tahun 1994, sebagai buruh Pabrik PT. Integra. “Tahun 1996, saya sudah diamanati menjadi Ketua SPSI Kabupaten Sidoarjo, karena wilayah pekerjaan saya di kawasan Kecamatan Gedangan, Kebupaten Sidoarjo,” kata Abah Fauzi, panggilan akrabnya.
Abah Fauzi mengaku berproses dari bawah, saat menjadi buruh Pabrik juga kost layaknya buruh Pabrik lainya. Namun aktivitasnya menjadi Ketua SPSI menjadikannya banyak kenalan dengan pengusaha, aparat keamanan dan pejabat kabupaten, Provinsi Jawa Timur hingga pusat.
“Saya masih sempat ngurusi paguyuban orang-orang Banyuwangi di Sidoarjo dan Surabaya, mulai Gapura Blambangan dan Ikawangi Sejahtera,” ujar santri alumni Ponpes Salafiyah Safiiyah, Asembagus Situbondo ini.
Mengurusi jutaan buruh yang tersebar di Jawa Timur, tidak menyurutkan semangat mengembangkan bisnis. Abah Fauzi juga memiliki bisnis jual beli tanah dan properti, terutama di wilayah Jawa Timur.
“Kalau pulang ke Banyuwangi, saya juga masih mengurusi Pertanian. Banyak kelompok tani saya di Banyuwangi, dengan aneka tanaman, mulai padi, palawija dan buah-buahan,” kata pemilik Cafe Eksekutive Sidoarjo ini.
Abah Fauzi yang berpenampilan sederhana, terlihat low-profile ini memiliki jaringan luas, terutama di kalangan pejabat. Bahkan, tempat tinggalnya juga sering mejadi jujugan orang-orang Banyuwangi di Sidoarjo dan Surabaya bila akan menggelar kegiatan.
“Itu saudara-saudara dan teman saya, terutama waktu saya susah. Saya tidak bisa melupakan mereka, makanya saat saya luang ya saya temui dan ngobrol santai seperti dulu-dulu. Tidak ada yang berubah dari saya,” pungkasnya. (tok)






