Gresik (beritajatim.com) – Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, telah berkembang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memainkan peran penting dalam penguatan industri nasional.
Dengan luas total mencapai 3.000 hektare, JIIPE menawarkan integrasi antara kawasan industri, pelabuhan laut dalam, dan area perumahan yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Fasilitas dan Infrastruktur Terintegrasi
JIIPE terdiri dari 1.761 hektare kawasan industri, 400 hektare pelabuhan multifungsi, dan 800 hektare area perumahan yang mengusung konsep kota mandiri dan hijau.
Kawasan ini dilengkapi dengan infrastruktur modern, termasuk pembangkit listrik berkapasitas 23 megawatt, instalasi pengolahan air limbah, jaringan pipa gas yang terhubung dengan Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sistem telekomunikasi serat optik dan internet broadband.
Pelabuhan JIIPE, yang mulai beroperasi sejak 2015, memiliki panjang dermaga total 6.200 meter dan kedalaman air mencapai -16 meter LWS, memungkinkan kapal hingga 100.000 DWT untuk berlabuh. Pelabuhan ini dirancang untuk menangani hingga 6 juta ton kargo per tahun, mendukung efisiensi logistik bagi para investor.
Status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus
Pada tahun 2021, JIIPE ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus melalui Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2021. Status ini memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal bagi investor, termasuk keringanan pajak penghasilan dan bea masuk, serta kemudahan perizinan dan fleksibilitas dalam ketenagakerjaan. Penetapan ini menjadikan JIIPE sebagai proyek strategis nasional yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Industri 4.0.
Daya Tarik bagi Investor
Dengan lokasi strategis di mulut Selat Madura dan akses langsung ke tol Gresik, Surabaya, Bandara Internasional Juanda, serta Pelabuhan Tanjung Perak, JIIPE menjadi magnet bagi investor. Hingga saat ini, JIIPE telah menarik 17 tenant dari berbagai sektor industri, termasuk PT Freeport Indonesia yang membangun smelter tembaga dengan investasi signifikan.
Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, menyatakan bahwa keputusan berinvestasi di JIIPE didasarkan pada kesiapan lahan, kemudahan perizinan, serta fasilitas pendukung seperti pelabuhan dan infrastruktur lainnya.
Penghargaan dan Pengakuan
Pada tahun 2024, JIIPE menerima penghargaan sebagai “Kawasan Ekonomi Khusus Industri Terbaik” dari pemerintah Indonesia. Penghargaan ini mencerminkan komitmen JIIPE dalam menyediakan utilitas kelas dunia dan akses pelabuhan strategis, menjadikannya tujuan utama bagi investor domestik dan internasional.
Masa Depan JIIPE
Dengan integrasi fasilitas, lokasi strategis, dan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, JIIPE diharapkan terus berkontribusi signifikan dalam penguatan industri nasional.
Kawasan ini tidak hanya menawarkan efisiensi operasional bagi para pelaku industri tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan biaya logistik dan operasional lainnya, menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik.
Melalui pengembangan berkelanjutan dan komitmen terhadap inovasi, JIIPE Gresik siap menjadi pilar utama dalam peta industri Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.(ted)






