Surabaya(beritajatim.com)- Bulan April 2025 menjadi momen yang spesial bagi para pecinta film Tanah Air. Bertepatan dengan momen libur panjang dan Lebaran, berbagai film Indonesia dari genre drama, komedi, hingga horor hadir meramaikan layar lebar.
Deretan film ini tak hanya menjanjikan hiburan, tapi juga menyuguhkan cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat serta kualitas sinematografi yang semakin matang.
Berikut adalah 5 film bioskop Indonesia terbaru yang tayang pada April 2025 dan patut masuk dalam daftar tontonan Anda!
1. Pinjam 100 The Movie (Tayang 10 April 2025)
“Pinjam 100 The Movie” adalah film komedi yang mengangkat kisah dua sahabat karib dari Binjai (Paris dan Jerstang) yang memutuskan merantau ke Jakarta demi mencari kehidupan yang lebih baik. Paris ingin mencari pekerjaan untuk membiayai pengobatan ibunya yang sakit keras, sementara Jerstang mendukung sahabatnya dengan harapan bisa ikut mengubah nasib mereka berdua.
Namun, begitu menginjakkan kaki di ibu kota, mereka justru dihantam realita: pekerjaan sulit didapat, uang makin menipis, dan mereka harus berjuang dari nol. Sepanjang perjalanan, mereka sering kali terlibat situasi lucu, dari ngutang “100 ribu” ke banyak orang, sampai dikejar-kejar karena utang itu sendiri.
Meski dibalut komedi khas Gen Z dan anak rantau, film ini juga menyentuh sisi emosional tentang pentingnya solidaritas, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.Film ini di sutradarai oleh Prija Iska Ahmad dan diperankan oleh Paris Pernandes sebagai Paris, Jaremy Audry sebagai Jerstang, dan Bambang Soesatyo sebagai Pak Bambang, dan pemain lainnya.
2. Pengepungan di Bukit Duri (Tayang 17 April 2025)
Berlatar tahun 2027, Indonesia digambarkan berada di ambang kehancuran akibat gejolak sosial yang dipicu oleh diskriminasi dan kebencian rasial. Dalam situasi yang semakin tidak menentu, seorang guru pengganti bernama Edwin ditugaskan mengajar di SMA Duri, sebuah sekolah khusus untuk remaja bermasalah yang terkenal dengan tingkat kekerasan tinggi.
Edwin berjanji kepada adiknya yang sekarat untuk menemukan keponakannya yang telah lama diserahkan ke orang lain. Pencariannya membawanya ke SMA Duri, tempat di mana ia harus menghadapi siswa-siswa yang keras dan lingkungan yang tidak bersahabat.
Ketika akhirnya Edwin menemukan keponakannya, situasi di luar sekolah semakin memburuk dengan pecahnya kerusuhan massal. Edwin dan para siswa terjebak di dalam sekolah yang dikepung oleh kekacauan, memaksa mereka untuk berjuang demi bertahan hidup.
Film ini disutradarai oleh Joko Anwar dan di produsi oleh Amazon NGM Studios. Film ini diperankan oleh beberapa pemain terkenal seperti Morgan Oey (Edwin), Omar Esteghlal (Jefri), Hana Malasan (Diana), dan sederet pemain lainnya.
3. Muslihat (Tayang 17 April 2025)
“Muslihat” mengangkat kisah Jihan dan adiknya, Syafa, yang kehilangan orang tua mereka dalam kecelakaan misterius. Mereka lalu tinggal di sebuah panti asuhan yang tampak biasa di luar, namun penuh rahasia kelam di dalamnya. Seiring waktu, Jihan mulai mengalami gangguan dari makhluk halus, dan mimpi buruk menjadi nyata.
Salah satu keanehan tersebut adalah kemunculan Shinta (Tata Janeeta), seorang wanita misterius yang sering bersenandung kidung-kidung aneh berbahasa Sunda. Selain itu, Jihan juga berkenalan dengan Juna (Fatih Unru), seorang pemuda dari pasar malam yang tampaknya menyimpan rahasia.
Teror semakin memuncak ketika salah satu penghuni panti, Rahma (Jacqueline Immanuela), mengalami kerasukan yang berujung pada kematiannya. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Gustaf (Edward Akbar), pimpinan panti, berusaha mengusir kekuatan jahat tersebut melalui metode ruqyah. Namun, Jihan khawatir bahwa metode tersebut justru dapat membahayakan Syafa.
Semakin mereka berusaha melawan, semakin mereka mempertanyakan: apakah mereka benar-benar menghadapi kekuatan jahat, atau justru telah terperangkap dalam muslihat iblis yang lebih besar?. Film ini di sutradarai oleh Chairun Nissa dan di Produksi IM Pictures.
4. Rumah untuk Alie (Tayang 17 April 2025)
Film ini di sutradarai oleh Herwin Novianto yang merupakana adaptasi dari sebuah novel yang menceritakan tentang sosokAlie Ishala Samantha (Anantya Kirana) yang merupakan seorang gadis remaja berusia 13 tahun, anak bungsu dari lima bersaudara dan satu-satunya perempuan. Sejak kecil, Alie harus menjalani hidup yang jauh dari kata “rumah yang hangat”.
Kehidupannya berubah drastis sejak sang ibu meninggal dunia dalam kecelakaan, dan ia dituduh sebagai penyebab kematian tersebut—oleh ayahnya sendiri dan saudara-saudara laki-lakinya.
Setiap hari, Alie hidup dalam bayang-bayang teror emosional dan fisik. Ia sering dipukul, dihina, dan disalahkan atas hal-hal yang bahkan tidak dilakukannya. Sementara saudara-saudaranya tumbuh dewasa tanpa empati, Alie justru dipaksa dewasa sebelum waktunya, belajar menahan luka tanpa pernah mengeluh.
Namun, di tengah keputusasaan itu, Alie memendam satu hal: harapan. Ia tetap percaya bahwa suatu hari nanti akan ada ruang—sebuah “rumah”—yang bisa menjadi tempatnya pulang dengan damai. Bukan sekadar bangunan, tetapi pelukan, penerimaan, dan cinta yang selama ini direnggut darinya.
Kehidupan Alie mulai berubah ketika ia bertemu dengan seorang guru sekolah yang peduli, serta teman baru yang perlahan menyadarkannya bahwa ia layak bahagia. Tapi jalan menuju kebebasan tidak mudah. Apakah Alie bisa keluar dari lingkaran kekerasan yang membelenggunya? Ataukah trauma keluarga akan terus membayangi hidupnya?
5. Mangku Pocong (Tayang 24 April 2025)
Film ini disutradara oleh Chiska Doppert yang menceritakan tentang Hendri (Jevan Nathanio) dan adiknya Nurul (Ajeng Fauzia) terpaksa pulang kampung setelah bertahun-tahun menjauh dari rumah karena masa lalu yang menyimpan trauma. Mereka kembali karena ayah mereka, Mardi (Indra Pacique), sakit keras. Namun, baru beberapa hari di kampung, Mardi meninggal dunia secara misterius—menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar.
Untuk menyambung hidup, Hendri memutuskan membuka kembali rumah makan warisan ayah mereka, yang dulunya terkenal dan selalu ramai. Tapi keputusannya justru membuka pintu bagi teror gaib yang mulai mengusik malam hari. Dari suara-suara misterius, bau busuk yang muncul tiba-tiba, hingga sosok pocong yang selalu muncul di dapur, segalanya terasa janggal dan mengancam.
Nurul, yang lebih peka terhadap hal-hal gaib, mulai menyelidiki. Ia menemukan fakta mengejutkan: rumah makan itu dulunya menjadi tempat praktik pesugihan, dan kesuksesan yang mereka banggakan berasal dari perjanjian gelap ayah mereka dengan makhluk halus. Kini setelah Mardi wafat, pocong penunggu perjanjian itu kembali—dan menuntut tumbal baru.
Hendri dan Nurul pun terjebak dalam konflik besar antara ikatan keluarga, rasa bersalah, dan keinginan untuk memutus kutukan. Tapi pertanyaannya, bisakah mereka benar-benar lepas dari warisan dosa yang diwariskan turun-temurun? [aje]






