Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi penjaga ekonomi bagi Kota Mojokerto sekaligus pemantik ekonomi di tengah kondisi geopolitik. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi dan halal bi halal di parkir timur GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto.
“Para peserta apel yang saya hormati, saat ini kita juga sedang dihadapkan pada posisi geopolitik dan ekonomi global yang tentu harus diwaspadai oleh Indonesia termasuk Kota Mojokerto sebagai bagian kecil dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya, Selasa (8/4/2025).
Di mana, lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, posisi tersebut akan berdampak yang cukup signifikan terhadap produk-produk dalam negeri Indonesia terkait dengan tarif Trump. Meski diakui Kota Mojokerto bukan sebuah daerah yang memiliki komoditas ekspor yang besar.
“Tetapi apapun itu pengaruh terhadap Indonesia secara nasional atas kondisi geopolitik dan ekonomi global ini pasti akan ada dampak terhadap Kota Mojokerto. Maka dari itu, saya mengajak seluruh ASN untuk benar-benar memposisikan diri dalam rangka memberikan benteng terhadap kota kecil kita ini,” ajaknya.
Tujuannya agar ekonomi Kota Mojokerto tidak mengalami dampak yang berat terhadap UMKM dan IKM Kota Mojokerto. Ning Ita (sapaan akrab, red), memberikan contoh di tahun 2020 sampai dengan 2022 saat mengalami pandemi Covid-19. Tidak hanya urusan ekonomi, kesehatan, sosial semua sektor terdampak.
“Tapi hari ini kita senantiasa bersyukur bahwa 3 tahun pandemi Covid telah menjadikan kita menjadi para abdi bangsa dan negara yang semakin kuat dan memiliki tingkat inovasi yang tinggi. Karena kita dituntut untuk memiliki kreativitas dalam rangka menghadapi kondisi yang tidak pasti di saat itu dan alhamdulillah kita mampu bangkit kembali,” katanya.
Yakni bangkit kembali membawa Kota Mojokerto, membawa Indonesia tetap mampu bertahan di berbagai sektor. Maka ketika ada kondisi geopolitik dan ekonomi global yang kurang menguntungkan bagi bangsa Indonesia, ia mengajak untuk semua Apartur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto harus optimis kembali.
“Yaini bagaimana melakukan upaya-upaya strategis yang kreatif dan inovatif untuk menjaga agar ekonomi bangsa ini khususnya ekonomi Kota Mojokerto melalui UMKM ini bisa menjadi lebih kuat kedepannya. Kita harus mengajak seluruh masyarakat kita bagaimana lebih mencintai produk-produk dalam negeri,” tuturnya.
Masih kata Ning Ita, Kota Mojokerto telah menjadi bagian dari kota yang mendapatkan proyek strategis nasional melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019. Yakni dengan adanya Taman Bahari Mojopahit (TBM), Sentra IKM Batik, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya dan Sentra IKM Alas Kaki.
“Pada tahun 2024 kemarin kita mendapatkan alokasi anggaran yang sangat fantastis dari Kementerian. Itu semua tidak lepas dari penetapan Kota Mojokerto menjadi salah satu daerah yang mendapatkan proyek strategis nasional maka infrastruktur yang sudah kita siapkan untuk membawa kota kita kedepan dengan spirit of Majapahit menjadi kota sejarah dan budaya ini harus kita kuatkan,” urainya.
Ning Ita mengajak seluruh OPD terkait harus memiliki kreativitas. Melalui anggaran yang ada pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) OPD masing-masing mampu menjadi penjaga ekonomi sekaligus mampu menjadi pemantik ekonomi bagi Kota Mojokerto. Bukan sebagai realisasi pelaksanaan program dan kegiatan yang sifatnya rutinitas saja.
“Jangan anggaran itu dijadikan sebagai realisasi pelaksanaan program dan kegiatan yang sifatnya rutinitas saja, tapi bagaimana Bapak Ibu semua harus berpikir anggaran itu menjadi penjaga ekonomi bagi Kota Mojokerto sekaligus pemantik ekonomi kita agar tetap tumbuh di tengah kondisi yang seperti ini,” harapnya.
Ning Ita berharap OPD terkait merumuskan di dalam perjanjian kinerja dan wajib dilaksanakan oleh seluruh jajarannya sampai dengan tingkat staf. Karena dengan itulah para abdi negara bisa memberikan pengabdiannya semua kepada masyarakat Kota Mojokerto di tengah kondisi yang penuh dengan ketidakpastian.
“Mari semangat pengabdian ini terus kita kuatkan, mari semangat untuk terus menjadi pelayan kepada masyarakat ini senantiasa kita alirkan dalam setiap darah dan nafas kita. Agar kita semuanya bisa saling mengingatkan bahwa sejatinya keberadaan kita bukanlah untuk mendapatkan penghormatan dan sanjungan,” lanjutnya.
Tetapi keberadaan abdi negara adalah dimana pendidikan, pikiran dan kreativitas tersebut untuk memberikan kemanfaatan masyarakat Kota Mojokerto. Memajukan Kota Mojokerto kedepan menjadi kota yang memiliki karakter yang memiliki daya saing meskipun Kota Mojokerto merupakan kota kecil.
“Hari ini dimulai masa kerja setelah cuti Lebaran, Idul Fitri 2025, saya ingin kita semua memiliki semangat untuk kembali mendedikasikan jiwa raga, energi positif kita untuk kota Mojokerto tercinta. Terima kasih Bapak Ibu semuanya, semoga apa yang saya sampaikan ini bisa dipahami dan dimengerti sekaligus dilaksanakan ke depannya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil Wali (Wawali) Mojokerto Rahman Sidharta Arisandi, PLH Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto Rachmi Widjajati, Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Mojokert serta seluruh ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto. Usai menggelar halal bi halal, para ASN mengikuti sarapan bersama. [ADV/kom]







