Tuban (beritajatim.com) – Momen arus balik Lebaran Idul Fitri 2025 membawa berkah tersendiri bagi Huda (49), seorang nelayan asal Kelurahan Kingking, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Ia memanfaatkan libur melaut dengan berjualan ikan asap, yang menjadi salah satu oleh-oleh khas dari pesisir utara Jawa Timur ini.
Meski sehari-hari bekerja sebagai nelayan, Huda memanfaatkan momen Lebaran untuk menjual hasil laut, baik yang ia tangkap sendiri maupun yang ia dapat dari kiriman rekan-rekannya. “Iya, ikannya sebagian saya cari sendiri, ada juga yang kiriman. Tergantung kebutuhan,” ujar Huda saat ditemui pada Minggu (6/4/2025).
Menurutnya, ia hanya berjualan ikan asap setahun sekali, yakni saat libur Lebaran, karena pada masa ini banyak pemudik yang mencari oleh-oleh khas daerah. Kabupaten Tuban sendiri memang terkenal dengan hasil laut yang melimpah.
“Ikan asap ini cocok buat oleh-oleh. Di rumah tinggal digoreng pakai sambal, enak banget. Bisa juga dimasak kuah lodeh,” jelasnya.
Harga ikan asap bervariasi tergantung jenisnya. Untuk ikan tongkol dibanderol Rp 25-30 ribu, ikan benggol Rp 15 ribu, dan ikan kakap merah Rp 50 ribu per ekor. “Kalau ikan tengiri biasanya datang sore hari, tapi yang paling banyak dicari orang itu ikan benggol dan tongkol,” tambahnya.
Huda mulai berjualan sejak H+2 Lebaran, dan dalam sehari ia mampu menjual 2 hingga 3 dus ikan asap atau sekitar 30 kilogram. Keunikan jualannya adalah pembeli bisa langsung melihat proses pengasapan ikan di tempat, sekaligus menikmati pemandangan laut khas pesisir Tuban.
“Alhamdulillah, tetap disyukuri. Kalau sudah sepi nanti saya balik melaut lagi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penjual ikan asap bisa ditemukan dengan mudah di sepanjang jalur pantura Tuban. Mereka biasanya mulai berjualan sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. [dya/but]






