Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 1.222.679 orang wisatawan asing dan domestik mengunjungi Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama tahun 2024.
Jumlah kunjungan ini meningkat 164,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 1.221.545 orang adalah wisatawan domestik dan 1.134 orang adalah wisatawan mancanegara.
“Penyelenggaraan urusan pariwisata diarahkan untuk meningkatkan kualitas daya tarik wisata dan pelaku ekonomi kreatif,” kata Bupati Muhammad Fawait dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember Tahun Anggaran 2024.
Peningkatan jumlah wisatawan yang datang merupakan salah satu indikator capaian kinerja utama daerah di sektor pariwisata.
Capaian lainnya adalah peningkatan jumlah destinasi pariwisata sebanyak 89
destinasi. Persentase tingkat hunian akomodasi pun tercapai sebesar 45,64 persen. Sementara jumlah pelaku ekonomi kreatif meningkat sebanyak 50 pelaku usaha.
Capaian sektor pariwisata Jember pada tahun terakhir kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman tersebut diikuti capaian sektor kebudayaan.
“Penyelenggaraan urusan budaya diarahkan untuk meningkatkan kelestarian dan kearifan budaya lokal,” kata Fawait
Sejumlah capaian tercatat sepanjang 2024. Jumlah pembinaan budaya dan tradisi
lokal meningkat sebanyak 305 sanggar seni.
“Tercapainya persentase pelestarian benda atau bangunan cagar budaya yang dilestarikan sebesar 77,09 persen,” kata Bupati Fawait.
Selain itu, selama 2024 tercapai prestasi bidang seni budaya, baik regional, nasional, maupun internasional dengan masing-masing satu penghargaan di tingkat regional.
Nilam Noor Fadillah, legislator Partai Golongan Karya di DPRD Jember mengatakan, potensi Jember di sektor pariwisata sangat besar. “Tapi memang kekurangan Jember ada pada pengelolaannya,” katanya, Selasa (1/4/2025).
Menurut Nilam, dibutuhkan kreativitas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar sektor pariwisata menjadi prioritas sumber pendapatan. “Dari tahun ke tahun pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata naik turun. Meningkatkan PAD adalah meningkatkan mutu pariwisata itu sendiri,” katanya.
Pemerintah daerah tak bisa hanya mengandalkan Jember Fashion Carnaval untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jember. “JFC musiman. Yang berkelanjutan adalah yang jadi perhatian semua pihak,” kata Nilam.
Sektor pariwisata Jember juga tak bisa hanya mengandalkan momentum kegiatan. “Kalau event saja hasilnya begitu-begitu saja. Kalau kita inovatif dan kreatif saya kira itu akan meningkatkan PAD,” kata Nilam.
Nilam mendorong sosialisasi wisata Jember ke khalayak ramai. “Brandingnya perlu ditingkatkan. Potensinya banyak tapi kita kekurangan branding dan marketing,” katanya.
Nilam meminta Pemkab Jember tak malu-malu belajar dan meniru daerah lain. “Saya kemarin di Jogja melihat ada (wisata) sungai kecil, tapi pengunjungnya banyak. Jadi inovasi dan branding harus dikedepankan,” jelas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini.
Peningkatan pariwisata Jember tak hanya membutuhkan promosi melalui flyer. “Pertama adalah berupaya bagaimana masyarakat Jember tertarik dengan banyaknya lokasi wisata di kota mereka sendiri,” kata Nilam.
Pemkab Jember juga perlu melakukan jajak pendapat kepada masyarakat dan wisatawan yang datang untuk mengetahui keinginan dan tingkat kepuasan mereka. “Jangan bikin yang bukan harapan masyarakat,” kata Nilan. [wir/ian]







1 Komentar
Pantai wilayah jember sangat bagus bagus kenapa tidak di manfaatkan kalau perlu buatkan landasan helipet saya rasa akan banyak memancing pariwisata termasuk wisatawan asing , untuk promosi jng terlalu pelit..