Jember (beritajatim.com) – Kebutuhan liquid petroleum gas (LPG) tiga kilogram di Kabupaten Jember, Jawa Timur, senakin stabil pada masa akhir Ramadan dan jelang lebaran.
“Alhamdulillah pasca pemerintah mengembalikan kebijakan pengecer bisa beroperasi lagi, menuju stabil. Setelah saya melihat perkembangan, tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Satib, anggota Komisi D DPRD Jawa Timur yang juga pengusaha LPG.
Tahun-tahun sebelumnya, 15 hari sebelum lebaran Pertamina sudah mendistribusikan kuota tambahan. “Ternyata tahun ini extra dropping dimulai pada tanggal merah. Distribusi juga lancar-lancar saja, tidak terjadi kekurangan,” kata Satib.
Hal ini berdampak pada harga di pasaran. “Saya selalu menyampaikan ke pangkalan agar menjual sesuai harga eceran tertinggi. Yang jadi tidak terkontrol di tingkat pengecer,” kata Satib.
“Ketika agen kitim ke pangkalan dan ada pengecer. Kadang yang jadi bikin harga lebih mahal adalah dari pengecer masih dijual ke toko, dan dari toko masih dijual lagi. Realita seperti itu. Menertibkannya tak mudah,” kata Satib. [wir]






