Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang Lebaran Idul Fitri, ketersediaan stok beras di wilayah Ponorogo, Magetan, dan Pacitan dipastikan aman. Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo mencatat ada 20 ribu ton beras yang tersimpan di gudang. Jumlah itu, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran pada tahun 2025 ini.
“Kami pastikan pasokan aman untuk Idul Fitri,” kata Kepala Bulog Kancab Ponorogo, Budiwan Susanto, ditulis Jumat (28/3/2025).
Budiwan mengungkapkan bahwa rata-rata kebutuhan beras di tiga daerah tersebut berkisar 1.500 hingga 2.000 ton per bulan. Bahkan, dengan proyeksi lonjakan permintaan menjelang Lebaran, stok yang tersedia masih lebih dari cukup. Sehingga Ia menegaskan lagi bahwa menjamin pasokan beras untuk momen hari besar umat Islam tersebut, tidak perlu dikhawatirkan.
Tak hanya menjaga pasokan, Bulog Ponorogo, kata Budiwan juga bersiap menyerap hasil panen raya yang diperkirakan berlangsung pada April mendatang. Dengan target tahun ini serapan gabah hingga mencapai 60 ribu ton, Ia meyakini target bisa terealisasi sesuai rencana. “Kami optimistis target serapan bisa terpenuhi demi menjaga ketahanan pangan daerah,” katanya.
Selain menjaga stabilitas stok, Budiwa menyebut bahwa Bulog Ponorogo juga aktif dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. Melalui program ini, puluhan ton beras digelontorkan ke masyarakat dengan harga terjangkau, yakni Rp 11 ribu per kilogram.
“Harga dalam GPM kami pastikan lebih rendah dari harga pasar agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga wajar,” pungkasnya. [end/aje]






