Jember (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta pemerintah daerah setempat memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak sebelum lebaran.
Kholilurrohman, Koordinator Forum Pemerhati Jalan, menyarankan Pemkab Jember memperbaiki jalan dari Kecamatan Kencong ke arah Kecamatan Tanggul sebelum lebaran. “Itu baru diperbaiki pada awal 2023, rusak di akhir 2023. Sekarang rusak bergelombang dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Tak hanya memperbaiki, Kholilurrohman berharap Pemkab Jember mengawasi jalan-jalan agar tak dilewati kendaraan bermuatan di atas ketentuan. Ini bagian dari perawatan jalan agar tidak rusak. “Ketika ada kendaraan melewati jalan melebihi tonase yang ditentukan ya ditindak,” katanya.
Tanpa pengawasan, jalan-jalan yang sudah diperbaiki dengan biaya miliaran rupiah akan cepat rusak. “Coba berapa kerugian negara yang ditimbulkan akibat kerusakan jalan. Seharusnya jalan yang tidak dilintasi pelanggar tonase bisa berumur sepuluh tahun, tapi dengan dilintasi truk yang melanggar ketentuan muatan, tidak sampai setahun rusak,” kata Kholilurohman.
Kholilurrohman juga meminta agar akses jalan menuju lokasi wisata di Jember mendapat perhatian khusus, seperti jalan dari Desa Lojejer ke Papuma. Dia memperkirakan volume kendaraan yang melintasi lokasi wisata akan meningkat.
Satriyo Budi Darmawan, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menyebut kerusakan di Jalan Manggar, Karimata, Riau, Letjen Suprapto, sudah parah. “Bahkan warga di sekitar jalan yang berlubang di depan SMP 11 melakukan swadaya menambal lubang yang dinilai berbahaya dengan semen,” katanya.
Satriyo menyarankan Pemkab Jember memitigasi penyebab jalan berlubang. “Karena kalau cuma menambal, saya rasa itu tidak menyelesaikan masalah. Percuma dan akan terjadi lagi jalan berlubang di tahun – tahun berikutnya.. Jadinya malah pemborosan,” katanya.
Beberapa hal yang harus ditangani Pemkab Jember, menurut Satriyo, adalah banyaknya resapan air di bahu jalan yang hilang dan pendangkalan gorong – gorong akibat banyaknya sampah. “Bahkan kadang saya melihat ada truk ODOL (Over Dimension Over Load atau muatan melebih kapasitas) lewat di Jalan Letjen Suprapto,” katanya.
Desakan perbaikan jalan ini pernah disuarakan pula oleh Fraksi Partai Nasional Demokrat dalam sidang paripurna di DPRD Jember, 14 Maret 2025. “Kami paham saat ini tidak mudah bagi Bupati dan Wakil Bupati untuk mengawali pemerintahan dengan adanya efisiensi anggaran serta kegiatan pengadaan barang dan jasa belum bisa berjalan maksimal,” kata Budi Wicaksono, juru bicara Nasdem.
“Namun demikian kami meminta Bupati agar memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga melalui Unit Reaksi Cepat untuk menambal ruas-ruas jalan yang berlubang, agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan. Terlebih mendekati hari raya Idul fitri, di mana volume kendaraan di jalan akan sangat meningkat padat,” kata Budi.
Hal Ihwal Anggaran Perbaikan Jalan
Berdasarkan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Jember yang disahkan bersama pada 21 November 2024, APBD 2025 mengalokasikan belanja modal terbesar untuk belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp 210,621 miliar.
Bahkan dalam sidang paripurna pembacaan Nota Pengantar Rancangan Perda APBD 2025, Senin (18/11/2024), Pejabat Sementara Bupati Imam Hidayat menegaskan, dari kekuatan anggaran Rp 4,648 triliun, 31,92 persen di antaranya diperuntukkan untuk belanja wajib infrastruktur.
Bupati Hendy Siswanto selama memimpin Jember pada 2021-2025 memberikan perhatian khusus kepada infrastruktur jalan. Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember Tahun Anggaran 2024, Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik mencapai 2.633,383 kilometer dan persentase drainase dalam kondisi baik mencapai 85,78 persen. Perbaikan rutin dilakukan setiap tahun, termasuk dengan mengaktifkan unit reaksi cepat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember.
Bupati Muhammad Fawait dalam sidang paripurna di DPRD Jember, 15 Maret 2024, sempat menyampaikan, bahwa Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air sudah melakukan survei dan inventarisasi kerusakan jalan yang akan segera ditindaklanjuti dengan pengerjaan.
Namun dalam acara konferensi pers seratus hari kerja, 25 Maret 2025, Fawait mengatakan, tidak ada anggaran yang utuh untuk perbaikan jalan. “APBD 2025 disusun dan disahkan oleh pemerintahan yang lama. Kami baru punya kewenangan di anggaran Perubahan APBD 2025 atau anggaran 2026,” katanya.
“Tapi kami bekerja, kami berdiskusi, kami tidak mau tinggal diam atas keluhan-keluhan masyarakat terkait masalah jalan-jalan yang rusak. Tentu kami tidak boleh berpangku tangan. Karena anggarannya tidak ada, tidak disediakan kemarin, maka kami mencoba mencari anggaran-anggaran yang bisa kami alihkan untuk perbaikan jalan tersebut,” kata Fawait.
Menurut Fawait, anggaran pembelian mobil dinas organisasi perangkat daerah (OPD) akan dibatalkan penggunaannya dan dialihkan untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Kabupaten Jember.
“Saya mohon bersabar pada semua OPD, pembelian mobil-mobil baru dialihkan perbaikan jalan-jalan di Kabupaten Jabar. Mudah-mudahan menjadi amal jariah bagi panjenengan semuanya. Sabar ya, sabar ya,” kata Fawait saat itu. [wir]







5 Komentar
Di solawatin saja beres wis semua jln yg russk
bupati ne solawat an tok gk turun lapangan ya maklum kaum “pink”
wis, kospo thok sampeyan Pak
Tenane
URL (Unit Reaksi Lambat )
Ntar KLO dah banyak korban, baru geriduh