Sidoarjo (beritajatim.com) – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pelatihan fotografi produk yang diadakan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing UMKM, khususnya dalam hal tampilan visual produk yang dapat menarik minat konsumen.
Salah satu anggota Komisi B DPRD Kab. Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho menyatakan bahwa pelatihan fotografi ini sangat penting untuk memperbaiki tampilan produk UMKM agar lebih menarik dan meningkatkan penjualan.
Menurut Kusumo Adi Nugroho, di era digital saat ini, pemasaran produk tidak hanya bergantung pada kualitas barang, tetapi juga pada cara produk tersebut dikemas secara visual.
“Pelatihan ini luar biasa karena akan membantu teman-teman UMKM dalam memasarkan produk mereka dengan lebih baik. Dengan foto produk yang menarik, tentu daya tarik pembeli akan meningkat, sehingga berpengaruh pada omzet penjualan,” ujar Kusumo Adi Nugroho Senin (24/3/2025).

Lebih lanjut Kusumo menekankan pentingnya menggunakan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dalam pemasaran produk. Platform ini telah menjadi sarana utama dalam promosi bisnis, sehingga foto produk yang menarik sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tarik konsumen.
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan pelaku UMKM untuk tetap optimis dan percaya diri dalam menjalankan usaha mereka. Ia menilai, menjadi pengusaha bukan hanya soal keuntungan pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif pada ekonomi masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami berharap semakin banyak entrepreneur di Sidoarjo. UMKM ini adalah penggerak utama ekonomi daerah, jadi perlu didukung agar terus berkembang dan berinovasi,” imbuhnya.
Senada disampaikan Anggota Komisi B dari fraksi PKB, H. Sullamul Hadi Nurmawan. Menurutnya foto produk menjadi point’ penting dalam meningkatkan transaksi jual beli. Mengingat market online saat ini sedang begitu kuat.

“Media promo paling utama untuk sekarang ini adalah foto. Jika skill itu sudah dimiliki oleh pelaku usaha, maka akan mempermudah dan dapat meningkatkan daya tarik konsumen. Sehingga dapat meningkatkan penjualan,” tandasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Sidoarjo semakin dapat berinovasi, berkompetisi di pasar digital yang semakin ketat, dan mampu mengembangkan usaha mereka menuju kesuksesan yang lebih besar. “Karena market online sedang begitu kuat maka media promo paling utama sekarang adalah foto,” papar pria yang akrap di panggil Gus Wawan itu.
Sementara itu, Ketua Komisi B, Bambang Pujianto, menyatakan bahwa fotografi produk dalam pemasaran online sangat penting untuk menarik perhatian konsumen dan membangun identitas merek yang kuat. Dijelaskannya bahwa foto produk yang estetis dan konsisten dengan identitas merek dapat memperkuat loyalitas konsumen.
“Banyak sekali manfaat dari pelatihan fotografi ini, seperti menarik perhatian konsumen, memperkuat identitas merek, meningkatkan kepercayaan konsumen, membedakan produk dari kompetitor lain, dan memudahkan konsumen mengenal sebuah produk,” jelas Bambang Pujianto.

Anggota Fraksi Partai Gerindra itu juga memberikan beberapa tips untuk menghasilkan foto produk yang menarik, seperti menyiapkan konsep, memilih peralatan yang tepat, memperhatikan pencahayaan dan komposisi foto, serta mengeksplorasi berbagai gaya dan lokasi pemotretan.
Bambang menekankan bahwa foto yang menarik dan berkualitas sangat berperan penting dalam menarik perhatian calon pembeli. “Pada faktanya, visual memang menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli. Oleh karena itu, foto produk sangat berperan signifikan dalam meningkatkan potensi penjualan,” urainya.
Masih menurut Bambang, bahwa di era digital ini, banyak transaksi jual beli yang dilakukan secara online, sehingga foto produk menjadi penting untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi barang yang akan dibeli oleh konsumen.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Sidoarjo semakin dapat berinovasi, berkompetisi di pasar digital yang semakin ketat, dan mampu mengembangkan usaha mereka menuju kesuksesan yang lebih besar,” jelas dia. [ADV/isa]






